<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas &#187; Photoshop</title>
	<atom:link href="http://www.triwibowo.com/category/desain-grafis/photoshop-desain-grafis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.triwibowo.com</link>
	<description>Desain Grafis dan Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jul 2011 04:06:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
<image>
<link>http://www.triwibowo.com</link>
<url>http://www.triwibowo.com/wp-content/mbp-favicon/Favicon.jpg</url>
<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas</title>
</image>
		<item>
		<title>Perubahan Warna CMYK Ketika Export PDF di Indesign</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 04:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Desain koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda akan menggunakan gambar CMYK dari Photoshop dalam dokumen InDesign Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Ada sebauh kasus seorang editor produksi di sebuah penerbit buku besar (sebut saja Liz) yang menemukan misteri melibatkan sebuah buku yang ia persiapkan untuk dicetak: gambar CMYK dari Photoshop yang muncul di akhir file PDF tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda akan menggunakan gambar CMYK dari Photoshop dalam dokumen InDesign Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.<span id="more-1587"></span></p>
<p>Ada sebauh kasus seorang editor produksi di sebuah penerbit buku besar (sebut saja Liz) yang menemukan misteri melibatkan sebuah buku yang ia persiapkan untuk dicetak: gambar CMYK dari Photoshop yang muncul di akhir file PDF tidak menunjukkan angka yang benar. Angka-angka di dalam gambar CMYK itu berubah secara dramatis-misalnya, 80 persen hitam akan berubah menjadi 50 persen hitam dengan sekelompok cyan, kuning, dan magenta.</p>
<p>Ini adalah sebuah bencana. Dimana warna yang semestinya merah darah keluar menjadi merah buram dan black yang pekat menjadi black yang abu-abu atau berbayang.</p>
<h3>CMYK itu Tidaklah Buruk</h3>
<p>Sering kali, seorang profesional kreatif terjebak diantara CMYK atau RGB, ​​masing-masing berdebat dengan model warna tersebut. tapi saya akan katakan disini bahwa kedua model memiliki pro dan kontra, Melakukan konversi RGB ke CMYK di Indesign memiliki kualitas konversi sama persis dengan Photoshop. Ya itu betul, tak masalah jika anda meletakkan gambar RGB di indesign dan mengkonversinya ke CMYK dan mengeksportnya ke PDF. Ketika saya mencetak atau ekspor ini menjadi sebuah penghematan waktu yang hebat. Saya tidak menyarankan untuk menggunakan workflow RGB ke hampir semua orang, karena RGB memiliki keterbatasan .</p>
<p>Misalnya, dalam proyek buku Liz (salah satu yang menyebabkan masalah), sebagian besar gambar yang ditangkap layar komputer cenderung bekerja dengan baik bila dikonversi ke CMYK di Photoshop menggunakan &#8220;max-K&#8221; (maksimum Black) yaitu kurva GCR kustom dengan GCR diatur ke Maksimum, yang menggantikan cyan sebanyak, magenta, dan kuning dengan tinta hitam.</p>
<p>Anda bisa mendapatkan InDesign untuk menggunakan profil Max-K, tetapi tidak ada cara untuk memberitahu InDesign untuk mengkonversi gambar fotografi dengan satu jenis profile. Jadi praktek pertama terbaik adalah mengubah foto di Photoshop.</p>
<p>Ada situasi lain di mana mengkonversi ke CMYK di Photoshop menjadi lebih baik, seperti ketika Anda membuat tweak sedikit hanya pada warna hitam dalam sebuah foto. Cukuplah untuk mengatakan bahwa CMYK adalah tidak buruk, dan Anda tidak perlu merasa buruk jika alur kerja Anda adalah dengan membawa gambar CMYK ke InDesign.</p>
<p>Saya ingin menjelaskan gambar berbasis pixel dalam artikel ini, bukan gambar vektor. Jika Anda membuat grafis di Illustrator yang akan dikirim ke pers, mereka sudah pasti akan berupa CMYK, bukan RGB.</p>
<h3>Embedding Profiles yang Bermasalah</h3>
<p>Katakanlah Anda menyimpan gambar CMYK di Photoshop. Anda memiliki kotak dialog Save As terbuka, dan kemungkinan kotak centang Warna Embedding Profiles tercentang. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda cukup klik Simpan dan melanjutkan dengan itu. Jika secara default, harus menjadi pilihan yang tepat, kan? Belum tentu.</p>
<p>Berikut ini adalah rahasia InDesign: Secara default, InDesign mengabaikan profiles tertanam yang berada pada warna CMYK di sebuah gambar, jadi menambahkan color profiles CMYK saat menyimpan file di Photoshop umumnya tidak perlu. Bahkan, ini dapat membuat file gambar tersebut besar. Menanamkan profil dapat menambah sekitar 750k atau bahkan sebanyak 2 MB.</p>
<p>Ini lebih berbahaya, meskipun InDesign dapat menggunakan profil CMYK tertanam. Dan dalam kasus-kasus tertentu, Anda dapat mengubah nilai CMYK tersebut (kadang secara radikal).</p>
<p>Untuk alasan ini, saya biasanya tidak menanamkan profil di gambar saya yang sudah dikonversi ke CMYK, kecuali Saya tahu bahwa saya perlu mereka ulang warna yang dikelola dalam InDesign (ini sangat jarang), atau saya akan mengedit gambar tersebut lagi nanti di Photoshop atau memberikan gambar tersebut kepada orang lain untuk diedit (hal ini sangat dianjurkan pada pemasang iklan).</p>
<p><strong>Tip</strong>: <em>Untuk menghapus profil tertanam dari gambar CMYK, buka file di Photoshop, buka File&gt; Save As, dan hapus centang Embed Color Profile. Atau, Anda dapat membuka gambar di Photoshop, pilih Edit&gt; Assign Profile, dan pilih Don’t Color Manage This Document. Klik OK dan simpan file.</em></p>
<h3>Cross Rencering yang berbahaya</h3>
<p>Sekali lagi, jika profil tertanam, InDesign mungkin menggunakannya. Itu berarti InDesign mungkin mencoba untuk mengelola warna CMYK, dan mengubah nilai warna dalam upaya untuk membuat warna lebih baik. Misalnya, cyan 50% solid dalam gambar Anda akan berakhir di pers sebagai cyan dengan kuning, magenta, dan mungkin bahkan hitam.</p>
<p>Jika Anda mengkonversi CMYK ke RGB (untuk grafis web, mungkin), ini mungkin diterima. Namun umumnya, jika Anda memiliki gambar yang telah dikonversi ke CMYK menggunakan satu profil CMYK (seperti SWOP), dan Anda mencetak ke ruang CMYK yang berbeda (seperti custom profiles dari printer Anda), Anda mungkin akan mendapatkan diri Anda dalam kesulitan. Ini disebut &#8220;cross-render&#8221; dan itu &#8220;sangat tidak dianjurkan. Paling-paling, mungkin tidak akan meningkatkan kualitas gambar Anda dan yang terburuk, itu akan jadi keruntuhan hari Anda.</p>
<p>Sebaliknya, akan lebih baik untuk mengirim gambar CMYK yang Anda miliki dari photoshop bahkan lebih baik-buka gambar RGB asli, diolah dan save as sebagai profil CMYK yang baru.</p>
<h3>Ketika Warna CMYK Berubah</h3>
<p>Seperti sudah saya katakan, saya biasanya tidak ingin InDesign mengubah nilai CMYK saya.Jadi kembali ke contoh buku Liz. Dalam kasusnya, ia memiliki banyak gambar yang memang memiliki color profile tertanam didalamnya dan warna itu tiba-tiba berubah. Tapi mengapa?</p>
<p>Di sinilah kejadian teknis menjadi masalah. Tapi perlahan-lahan dan Anda akan mengerti di mana perangkap ini dipasang.</p>
<p>Ada beberapa tempat di InDesign mana Anda dapat memberitahu aplikasi untuk berhenti mengabaikan color profile tertanam dan mulai menggunakan mereka untuk cross-render.</p>
<p><strong>Override Defaults</strong><br />
<em>Bila Anda mengimpor gambar CMYK, Anda dapat mengaktifkan kotak centang Show Import Options di kotak dialog. Di Tab Warna kotak dialog opsi impor menawarkan Anda kesempatan untuk memilih profil warna. Tapi sayangnya, antarmukanya cukup membingungkan. Menu Profile pop-up biasanya diset pada Use Document Default, yang berarti mengabaikan setiap profil tertanam! Artinya, &#8220;dokumen&#8221; itu merujuk kepada dokumen InDesign, bukan file yang Anda impor.</em></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6126/5942110080_66bffc6dea.jpg" alt="gambar-satu" width="500" height="322" /></p>
<p>Jika ada profil yang tercantum di atas default, itu berarti ada satu color profile tertanam di dalam gambar. Jika Anda memilih itu, maka anda mengijinkan InDesign untuk menggunakan color profile tertanam tersebut,bukan mengabaikanny. Anda ingin InDesign untuk mengelola warna (cross-render) ini. Anda akan melakukan ini hanya ketika Anda merasa sangat yakin keterampilan Color Management anda.</p>
<p>Daftar profil dibawah tulisan Use Document Default adalah profil khas yang Anda instal di komputer Anda.</p>
<p>Jika Anda telah mengimport gambar ke Indesign, Anda dapat menemukan opsi yang sama dengan meng-klik gambar pada halaman dan memilih Object&gt;Image Color Setting.<br />
Contoh, jika Anda berpikir seseorang memilih untuk menggunakan color profile tertanam dan Anda ingin memberitahu InDesign untuk mengabaikannya, Anda dapat mengatur menu Profile pop-up kembali ke Use Document Default.</p>
<p>Dalam kasus Liz yang misterius, Liz yakin bahwa tidak merasa menggunakan profile tersebut pada gambarnya, tetapi tetap saja Indesign akan menggunakan opsi itu</p>
<p><strong>Preserve Embedded Profiles</strong><br />
<em>Misalkan Anda berada dalam workflow warna, dan Anda benar-benar menyenangi CMYK cross-render untuk beberapa alasan aneh, tetapi Anda menjadi bosan selalu memilih profil tertanam di kotak opsi impor dialog setiap kali Anda mengimpor gambar CMYK. Anda dapat mengubah pengaturan ini di InDesign sehingga akan berhenti mengabaikan profil tertanam. Untuk melakukan ini, Anda perlu pilih Edit&gt; Color Settings dan pilih Preserve Embedded Profiles dari menu pop-up CMYK di kotak dialog Color management Policies.</em></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6128/5942110064_d34693e87a.jpg" alt="gambar-dua" width="500" height="466" /></p>
<p>Color management Policies memungkinkan Anda mengatur color profile default InDesign. Untuk CMYK, Preserve Numbers terbilang aman. Preserve Embedded Profiles sangat baik untuk RGB, tetapi dapat berbahaya bagi CMYK, kecuali jika Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan.</p>
<p>Sekali lagi, harus jelas, ini berarti Anda menyenangi Cross-Render  dan membuat indesign untuk melakukan itu. Ini sama dengan menggunakan Image Color Setting untuk memilih profil tertanam untuk setiap gambar yang Anda impor.</p>
<p>Menurut pendapat saya, &#8220;Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles)&#8221; akan jauh lebih aman. Ini memberitahu InDesign untuk mengabaikan profil tertanam dalam gambar CMYK (kecuali Anda menimpa itu berdasarkan kasus per kasus, seperti yang saya sebutkan di atas).</p>
<p>Ketika saya bertanya pada Liz tentang kemungkinan ini, dia melakukan hal yang paling jelas di dunia: Dia membuka dokumen, kemudian memilih Edit&gt; Color Settings. Dia kemudian memberitahu saya bahwa Preserve Numbers aktif.</p>
<p>dan Ha Sebuah! rencana &#8220;A&#8221; yang bagus,<strong> tetapi Gagal.</strong></p>
<p>Hal yang paling penting yang perlu Anda ketahui tentang kotak dialog Color Settings adalah bahwa hal itu tidak mencerminkan atau mempengaruhi dokumen yang sedang terbuka, atau dokumen yang telah Anda buat. Ini bertentangan dengan semua intuisi dan harapan. Sebaliknya, kotak dialog hanya menampilkan default untuk dokumen baru anda.</p>
<p>Untuk melihat atau mengubah pengaturan yang berlaku saat dokumen dibuat, Anda perlu tahu trik rahasia. Aku akan memberitahu Anda, tapi pertama-tama saya akan menjelaskan ada satu tempat terakhir di InDesign dimana Anda dapat mengontrol apakah nilai-nilai CMYK akan mengalami cross-render.</p>
<p><strong>Preserve Numbers</strong>. Ketika Anda mencetak atau mengekspor dokumen ke PDF lewat Indesign, Anda memiliki pilihan untuk mengkonversi warna-warna. Pada kotak dialog Export PDF, pilihan ini berada di panel Output yang disebut Color Conversion. Pilihan default yang benar adalah: &#8220;Convert to Destination (Preserve Numbers)&#8221;. Itu berarti Indesign harus meninggalkan nilai-nilai CMYK tanpa perubahan, jika:</p>
<ol>
<li>Gambar Anda tidak memiliki profil tertanam, atau</li>
<li>Gambar Anda memiliki profil tertanam (embedded profile), dan color setting dokumen Anda di set sebagaiPreserve Numbers (Ignore Linked Profiles). Seperti yang kita pelajari sebelumnya, Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles) berarti InDesign harus memperlakukan gambar CMYK seolah-olah mereka tidak memiliki profil tertanam (kecuali Anda secara khusus menimpanya).</li>
</ol>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6144/5942110082_518b9cef37.jpg" alt="gambar-tiga" width="500" height="451" /></p>
<p>Namun, jika Anda memilih Convert to Destination, Anda membuat InDesign untuk mengkonversi semua gambar CMYK ke CMYK (membuatnya cross-render), serta mengubah nilai CMYK. Dalam hal ini, InDesign akan menggunakan embedded profil atau dokumen CMYK default (profil tercantum dalam Color Setting ketika dokumen pertama kali diciptakan). Ini adalah hal yang berbahaya. Saya sangat tidak bisa hal ini.</p>
<p><em>By the way, saya harus menunjukkan bahwa jika tujuan (&#8220;target&#8221;) profil CMYK adalah persis sama dengan profil gambar atau dokumen, maka angka tidak akan berubah. Sebagai contoh, katakanlah gambar diubah dengan profil warna SWOP (punya profil tertanam) lalu InDesign menggunakan profil tersebut, dan kemudian dicetak menggunakan profil SWOP sebagai tujuan. Dalam kasus itu, nilai warna tidak akan berubah karena tidak ada hal seperti cross-render dari SWOP ke SWOP. (seperti &#8220;menerjemahkan bahasa Prancis ke Prancis.&#8221;)</em></p>
<p>Anda memiliki pilihan yang sama dalam kotak dialog Print, pilihannya ada dalam panel Color Management. Pilihan utama adalah Preserve Numbers. Memilih kotak centang adalah sama dengan opsi Preserve Numbers yang dijelaskan di atas. Tidak memilih itu adalah sama dengan menggunakan Convert to destination.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6129/5942110070_8375ddc94f.jpg" alt="gambar-empat" width="500" height="480" /></p>
<h3>Apa Profil Anda?</h3>
<p>Liz bingung. Dia bisa tahu bahwa warna itu berubah dengan membuka PDF di Acrobat Pro dan melihat di panel Pratinjau output. (Anda bisa mendapatkan umpan balik yang sama dengan menempatkan kembali PDF ke InDesign dan menggunakan &#8220;colorimeter&#8221; di panel Separations Preview ) Dia tahu gambar telah tertanam profil, tapi setelah diperiksa berkali-kali ia menggunakan Preserve Numbers saat membuat file PDF. Mengapa InDesign selalu cross-render?</p>
<p>Petunjuk pertama muncul ketika kami memilih gambar dan memilih Pengaturan Object &gt; Image Color Settings. Embedded profile dipilih! Jika buka orang yang melakukannya secara manual, lalu bagaimana itu terjadi?</p>
<p>Saat memikirkan itu, saya dipanggil ahli bahasa script maven Olav Martin Kvern untuk menulis naskah pendek tentang pengaturan ulang semua Image Color Settings menjadi Use Document Default. Namun, Liz ingin sampai ke dasar masalah, bukan hanya menjalankan script.</p>
<p>Seperti yang kita pelajari sebelumnya, jika InDesign membiarkanprofil tertanam semua gambar Anda ditempatkan bebas, maka mungkin masalahnya ada pada Color Settings Policies. Membuka Color Settibs tidak akan memberitahu anda default color settings dokumen, jadi bagaimana Anda mencari tahu?</p>
<p><strong>Berikut trik rahasia:</strong></p>
<ol>
<li>Pilih Edit &gt; Color Settings dan aktifkan &#8220;Profile Mismatches: Ask When Opening&#8221; di kotak centang. Juga, pastikan bahwa kebijakan CMYK diatur ke Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles).</li>
<li>Jika dokumen yang ingin Anda periksa terbuka, tutuplah. Sekarang buka kembali.</li>
<li>Jika kebijakan warna dokumen asal berbeda dari konfigurasi baru pada Pengaturan Warna, Anda akan mendapatkan kotak dialog ketidakcocokan (mismatches). Kotak dialog pertama Anda akan melihat ketidakcocokan RGB. Biarkan set &#8220;Leave the document as is&#8221; dan klik OK.</li>
<li>Sekarang InDesign menampilkan ketidakcocokan CMYK.Ini adalah satu-satunya tempat di mana Anda dapat melihat kebijakan dokumen dan profiles awal dokumen tersebut. Dalam kasus Liz, dia akhirnya bisa melihat bahwa kebijakan CMYK telah diatur ke Preserve Embedded Profiles! Misteripun terpecahkan.</li>
<li>Untuk mengubah kebijakan ini, pilih &#8220;Adjust the document to match current color settings&#8221;. Untuk memaksa InDesign mengabaikan semua profil gambar yang tertanam, pilih Disable All Profiles dari menu pop-up Placed Content.</li>
</ol>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6029/5942110076_d686a7f0d4.jpg" alt="gambar-lima" width="489" height="362" /></p>
<p>Ketika Anda mengklik OK, InDesign mengkonfigurasi ulang dokumen. Untuk Liz, itu berarti semua gambar berhenti cross render dan dia bisa meneruskan bisnisnya.</p>
<p>BRAVOOO</p>
<p>Sejujurnya, akan saya sederhanakan situasi Liz. Setiap publikasi terikat untuk mengatur sendiri masalah masing-masing, sering didasarkan pada persyaratan printer. Kasus ini tidak berbeda. Buku ini berisi kombinasi warna gambar fotografi dan screencapture. Ini harus dikirim ke printer sebagai file PDF, tetapi PDF harus diciptakan dengan menjalankan sebuah file PostScript (yang menggunakan Cetak custom preset dan file PPD custom) melalui Adobe Distiller (menggunakan file Custom joboptions). Semuanya memberi saya sakit kepala dan pusing hanya untuk mempertimbangkan hal itu.</p>
<p>Namun, tidak peduli berapapun beratnya pekerjaan itu, Anda harus selalu terus kembali ke dasar. Memahami bagaimana, mengapa, dan kapan pengaturan manajemen warna, kebijakan, dan terkadang mengesampingkan hal-hal tertentu untuk memecahkan misteri seputar warna dan menyelamatkan hari-hari anda.</p>
<p>Ditulis oleh <a href="http://indesignsecrets.com/author/david" target="_blank">David Blatner</a><br />
Translate oleh Tri Wibowo<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengolah Foto Untuk Pencetakan Koran</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 02:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1580</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mencetak warna CMYK (4 warna) sebuah foto di kertas koran, tetapi mereka terlihat besar, gelap atau malah kabur? ada solusi untuk anda selain menggunakan fasilitas auto-brightness, contrast, sharpen selections coba langkah-langkah profesional berikut : Saya yakin anda pasti lebih senang untuk membicarakan tentang membuat gambar naga keren yang sedang melemparkan api dari tenggorokan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mencetak warna CMYK (4 warna) sebuah foto di kertas koran, tetapi mereka terlihat besar, gelap atau malah kabur? ada solusi untuk anda selain menggunakan fasilitas auto-brightness, contrast, <span id="more-1580"></span>sharpen selections coba langkah-langkah profesional berikut :</p>
<p>Saya yakin anda pasti lebih senang untuk membicarakan tentang membuat gambar naga keren yang sedang melemparkan api dari tenggorokan dengan badai di cakrawala serta latar belakang yang spektakuler menggunakan Photoshop. Namun kali ini kita akan berbicara tentang sesuatu yang sedikit lebih biasa, saya kira, untuk beberapa, dan mungkin menarik untuk orang lain: menyesuaikan foto untuk pencetakan dalam publikasi Anda . Hal ini penting! ini berdasarkan pada pencetakan koran, jadi jika Anda memiliki majalah atau halaman Web maka saran-saran berikut tidak akan benar-benar berlaku.</p>
<h4>Langkah 1. Open File</h4>
<p>Buka gambar Anda. Ini mungkin dari scan atau gambar digital. Buka program Photoshop. Semakin besar gambar yang Anda mulai akan semakin baik tapi hati-hati dengan berapa banyak ruang hardisk Anda.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6009/5941876796_6d752ab7f6.jpg" alt="PB300164" width="500" height="446" /></p>
<h4>Langkah 2. Gunakan Image&gt;Image Size</h4>
<p>Untuk merubah ukuran foto yang Anda inginkan, gunakan resolusi 170 dpi (ini sangat pas untuk koran yang memiliki 85 Lpi. Selain itu resolusi ini lebih memudahkan untuk gambar berukuran kecil agar tidak terlalu pecah dibandingkan resolusi 200 atau lebih yang cuma membuang waktu dan &#8220;mengendutkan&#8221; file size anda.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6030/5941298043_4992728e07.jpg" alt="Image-Size" width="398" height="363" /></p>
<h4>Catatan: 2 Brightness dan Contrast</h4>
<p>Langkah berikutnya fokus pada brightness dan kejernihan brightness. Dalam mencetak koran foto yang anda gunakan harus memiliki cahaya, foto cerah  dan gunakan dot gain 20%.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6145/5941298035_40a7fe8dcb.jpg" alt="Brightness" width="341" height="159" /></p>
<h4>Langkah 3. Image&gt;adjust&gt;Levels</h4>
<p>Pastikan Anda mengolah foto Anda dalam mode RGB sampai Anda selesai setelah itu ubah mereka ke mode CMYK. Double klik white point di kotak Curves dan tetapkan CMYK pada 0,0,0,0 dan Black Point pada 100% hitam atau bisa juga menggunakan campuran C=63, M=53, Y=53, K=93 atau variasi di jangkauan terdekat.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6025/5941298053_942a804523.jpg" alt="Levels" width="414" height="380" /></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6138/5941298065_3129d18418.jpg" alt="Levels2" width="500" height="339" /></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6023/5941876788_3247feea67.jpg" alt="Levels3" width="500" height="338" /></p>
<h4>Langkah 4. Image&gt;adjust&gt;Curves</h4>
<p>Pastikan titik putih (di bawah grafik pada kotak dialog Curves) berada di posisi ke kiri (klik pada panah memindahkan mereka tengah kanan atau kiri) dan tarik garis kurva turun di tengah perlahan sampai Anda melihat foto Anda ringan tanpa menjadi keruh atau &#8220;berlumpur&#8221;. Kadang-kadang ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Kadang foto terlihat keruh jika Anda menarik garis kurva turun terlalu jauh.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6001/5941298041_51bf989c1a.jpg" alt="Curves" width="428" height="500" /></p>
<h4>Langkah 5. Filter&gt; Unsharp Mask</h4>
<p>Ini adalah filter yang benar-benar menarik untuk membuat foto Anda terlihat garing dan renyah (kue kali&#8217;). Gerakkan slider untuk sampai angka 180, Radius:2, Threshold:2 (Anda juga dapat meletakkan slider yang lebih rendah).</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6143/5941876804_aa40c9c5c0.jpg" alt="Unsharp-Mask" width="330" height="429" /></p>
<h4>Langkah 6.Convert to CMYK</h4>
<p>Jika Anda senang dengan olahan anda ubah gambar ke CMYK Image&gt;mode&gt;CMYK color.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6134/5941298039_61e8113f75.jpg" alt="CMYK" width="372" height="383" /></p>
<p>tekan Save dan walah! Naga anda siap untuk dicetak di koran yang buram&#8230;.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6030/5941876798_c50713bec5.jpg" alt="PB3001642" width="500" height="375" /></p>
<p>Artikel oleh <a href="http://contributor.yahoo.com/user/88844/pj_kincaid.html" target="_blank">pj kincaid&#8217;s</a><br />
Translate oleh Tri Wibowo<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Photoshop CS4 makin Ngebut</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/bikin-photoshop-cs4-makin-ngebut</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/bikin-photoshop-cs4-makin-ngebut#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Adobe Photoshop CS4 Adobe Photoshop sekarang ini sudah menjadi software pamungkas bagi desainer grafis, desainer web, ataupun fotografer yang hendak mengolah digital-imaging. Hadirnya versi CS4 terbaru kian melengkapi kebutuhan pekerja kreatif untuk menghasilkan karya yang semakin wow. Dan tips-tips setting dan konfigurasi yang MWI kumpulkan berikut ini akan menjadikan Photoshop CS4 Anda semakin ngebut lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-927" title="photoshop" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop.jpg" alt="photoshop" width="550" height="125" /></p>
<p style="text-align: justify;">Adobe Photoshop CS4 Adobe Photoshop sekarang ini sudah menjadi software pamungkas bagi desainer grafis, desainer web, ataupun fotografer yang  hendak mengolah digital-imaging. Hadirnya versi CS4 terbaru kian melengkapi kebutuhan pekerja kreatif untuk menghasilkan karya yang semakin wow.<span id="more-903"></span><br />
Dan tips-tips setting dan konfigurasi yang MWI kumpulkan berikut ini akan menjadikan Photoshop CS4 Anda semakin ngebut lagi untuk mengejar deadline!</p>
<p>Photoshop CS4 terbaru kini mampu menangani berbagai format file  berukuran raksasa, diantaranya:</p>
<p>PSD: 2 GB<br />
TIFF: 4 GB<br />
PSB: 4 EB (atau 4 juta TB)<br />
PDF: 10 GB</p>
<p>Meskipun sedemikian besarnya, batasan maksimal yang mampu diolah Photoshop hanya terbatas hingga 300.000 x 300.000 pixels. Khusus untuk PDF, terbatas 30.000 x 30.000 pixels dan 200 x 200 inch saja.</p>
<h4>Setting Scratch Disk</h4>
<p style="text-align: justify;">Scratch Disk merupakan virtual memory yang menampung semua aktivitas Photoshop Anda, mulai dari History, Level Cache, Histogram, Font Cache, dan lainnya. Agar Photoshop dapat berlari kencang, space kosong sebesar 2 GB atau lebih, wajib Anda sediakan untuk membuatnya bernafas lega.</p>
<p>Apabila Anda memiliki partisi lebih dari satu, disarankan untuk menjadikan partisi kedua sebagai Scratch Disk yang utama. Hal ini dilakukan agar indexing yang dilakukan OS X pada partisi utama tidak terganggu. Namun bila Anda mampu menyisakan ruang kosong sebesar 20 GB pada partisi utama sistem, Photoshop CS4 bakal melesat kencang bak buronan kepolisian.</p>
<p>Untuk mengubah Scratch Disk Anda, pilih menu <strong>Preferences &gt; Performance</strong> dari menubar Photoshop CS4. Jangan lupa untuk merestart Photoshop setelah Anda melakukan pengubahan.</p>
<h4>Menentukan Cache Levels</h4>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-906" title="cache-leveljpg" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads/2009/11/cache-leveljpg.jpeg" alt="cache-leveljpg" width="200" height="132" />Cache LevelsPhotoshop menggunakan image cache untuk menampilkan setiap ubahan gambar pada layar. Semakin tinggi angka yang Anda tentukan (1-8) akan memperlambat Photoshop untuk membuka sebuah gambar karena harus melakukan caching terlebih dahulu. Namun dibalik proses caching tersebut, keuntungan yang akan kita dapat yaitu performa lebih baik ketika kita melakukan pengubahan gambar nantinya.</p>
<p>Untuk Anda yang cenderung bekerja dengan gambar high-resolution, disarankan untuk mengatur Cache Levels pada kisaran angka 6 hingga 8.Anda yang bekerja sebagai fotografer dengan kamera DSLR sebaiknya mengeset Cache Levels ini pada angka 8. Dan sebaliknya, desainer grafis dan web yang lebih banyak bekerja pada Layer akan optimal pada Cache Levels yang lebih rendah: 4.</p>
<h4>Mengurangi jumlah History States</h4>
<p style="text-align: justify;">Semakin banyak jumlah History yang Anda tentukan akan semakin membuatnya haus akan RAM. Disarankan untuk membatasi jumlah History States maksimal sebanyak 15 saja. Seiring dengan waktu, bila skill Photoshop Anda telah meningkat maka Anda bahkan tak memerlukan History lagi.</p>
<h4>Mengatur Kompatibilitas PSD dan PSB</h4>
<p style="text-align: justify;">Fitur &#8216;Maximize PSD and PSB File Compatibility&#8217; akan menambah fleksibilitas serta kompatibilitas file Anda ketika bekerja dengan aplikasi lain seperti Adobe Lightroom. Tentunya kompatibilitas ini akan memperbesar ukuran file Anda. Aktifkan fitur ini apabila Anda juga bekerja dengan aplikasi lain. Matikan bila Anda hanya bekerja dengan Photoshop saja.</p>
<h4>Memanfaatkan Tenaga GPU</h4>
<p style="text-align: justify;">Photoshop CS4 telah memiliki kemampuan untuk memprioritaskan proses rendering gambar pada penggunaan GPU dibandingkan CPU komputer.</p>
<p>Syarat minimum agar Photoshop CS4 dapat memaksimalkan kinerjanya adalah GPU Anda memiliki fitur OpenGL 2.0, Shader Model 3.0, dan RAM minimal 128 MB, dimana lini produk Apple terbaru telah mendukungnya secara penuh.</p>
<h4>Mengatur Palette Preview Thumbnails</h4>
<p style="text-align: justify;">Photoshop CS4 memakan RAM ekstra ketika fitur ini diaktifkan karena setiap perubahan pada sebuah Layer dilakukan, preview thumbnail ini akan senantiasa diupdate secara otomatis. Untuk mengatur fitur ini agar menggunakan RAM secukupnya, pilih menu Palette Options pada window Layers dan pilih ukuran terkecil atau none pada opsi Thumbnail Size.</p>
<h4>Mematikan fitur Export Clipboard</h4>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-907" title="clipboardjpg" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads/2009/11/clipboardjpg.jpeg" alt="clipboardjpg" width="200" height="117" />Export ClipboardFitur Export Clipboard ini akan menyimpan setiap gambar yang Anda copy pada memory dan mengekspornya menjadi file berekstensi PICT ketika Anda paste pada desktop. Bila Anda tak membutuhkan fitur ini, matikan saja melalui menu <strong>Preferences &gt; General</strong> untuk menghemat memory Anda.</p>
<h4>Memanfaatkan software Font Management</h4>
<p style="text-align: justify;">Fitur Font Preview pada Photoshop CS4 akan memakan memory sangat besar bila koleksi font Anda cukup banyak, karena ia harus melakukan preview setiap font yang ada. Gunakan aplikasi Font Management seperti Extensis Suitcase ataupun Linotype FontExplorer X untuk alternatifnya, dan matikan fitur Font Preview bawaan CS4.</p>
<h4>Menentukan alokasi RAM</h4>
<p style="text-align: justify;">Untuk performa terbaik, tentukan alokasi RAM untuk Photoshop CS4 pada kisaran 85-90%. Hindari mengesetnya pada angka 100% karena akan membuat proses sistem Mac OS X menjadi sesak nafas.Anda dapat mengaturnya sesuai kebutuhan pekerjaan Anda pada menu <strong>Preferences &gt; Performance</strong> dan tentukan nilainya pada kolom Memory Usage.</p>
<h4>Kurangi file pada Desktop</h4>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-905" title="toomanyfilesjpg" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads/2009/11/toomanyfilesjpg.jpeg" alt="toomanyfilesjpg" width="200" height="125" />File DesktopSemakin banyak file yang bertebaran pada desktop Anda, maka semakin banyak memory yang terbuang untuk membuat thumbnail previewnya. Mulailah untuk mengelola file-file Anda dengan baik sesuai folder yang terdapat pada Home Anda.</p>
<p>Meskipun terkesan sederhana, namun langkah ini sangat efektif untuk menghindari pemborosan RAM.</p>
<p>Selamat menikmati Photoshop CS4 yang lebih ngebut!</p>
<p><em><strong>21 May 2009<br />
Penulis: madewira</strong></em><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/bikin-photoshop-cs4-makin-ngebut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformasi Blood Tree</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/transformasi-blood-tree</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/transformasi-blood-tree#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 11:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Illustrator]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin aku membeli kertas gambar, pensil, penghapus, pengasah dan kotak pensil. Rencananya mau belajar gambar sama Joko, tapi pas coba gambar emang ternyata hasilnya jelek, tapi aku terusin gambar. Gambar lalu aku scan dan ku tracing di Illustrator, lama juga aku poles disana. Untuk membuatnya lebih hidup aku poles lagi di Photoshop. Akhirnya memang diluar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin aku membeli kertas gambar, pensil, penghapus, pengasah dan kotak pensil. Rencananya mau belajar gambar sama Joko, tapi pas coba gambar emang ternyata hasilnya jelek, tapi aku terusin gambar. Gambar lalu aku scan dan ku tracing di Illustrator, lama juga aku poles disana. Untuk membuatnya lebih hidup aku poles lagi di Photoshop.<span id="more-544"></span></p>
<p>Akhirnya memang diluar dugaan, terasa banget seremnya cuma aja muncratan darahnya aku tak begitu suka. Tadinya mau kubuat tutorial tapi terlalu panjang, dan aku juga udah lupa gimana mengolahnya&#8230;. SO gimana tanggapan anda<br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/22879822@N06/3287646656/" title="Transformasi Blood Tree"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3197/3287646656_3e40082345.jpg" width="435" height="204" alt="Transformasi" /></a><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/transformasi-blood-tree/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengkombinasikan Dua Wajah Tanpa Photoshop !</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/mengkombinasikan-dua-wajah-tanpa-photoshop</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/mengkombinasikan-dua-wajah-tanpa-photoshop#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 02:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Kamu dapat mencoba MorphThing, sebuah layanan canggih yang dapat Mengkombinasikan dua wajah dari foto yang kamu upload ke servis mereka. Layanan &#8221; foto editor&#8221; yang dapat memixing dua foto menjadi sebuah foto baru ini cukup mengangumkan. Dengan MorphThing ini, kamu dapat memprediksi Sebenarnya wajah baru dari foto cikal bakal seorang anak dari kedua wajah orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu dapat mencoba <a href="http://www.morphthing.com/" target="_blank">MorphThing</a>, sebuah layanan canggih yang dapat Mengkombinasikan dua wajah dari foto yang kamu upload ke servis mereka. Layanan &#8221; foto editor&#8221; yang dapat memixing dua foto menjadi sebuah foto baru ini cukup mengangumkan.<span id="more-431"></span></p>
<p>Dengan MorphThing ini, kamu dapat memprediksi Sebenarnya wajah baru dari foto cikal bakal seorang anak dari kedua wajah orang tua mereka yang kamu upload. Beberapa contoh hasil mengagumkan telah mereka buktikan, dengan kombinasi dua wajah foto selebriti hollywood, MorphThing membuktikan layanan mereka tidaklah main-main, hasil yang dicapai sangat hebat. Dengan MorphThing, kamu tidak perlu terlalu mempersulit diri anda mempelajari teknik Photoshop untuk mengedit serta mengkombinasikan wajah artis.</p>
<p>Nah, mungkin anda ingin bermain-main dengan teknik kreasi anda sendiri?<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/mengkombinasikan-dua-wajah-tanpa-photoshop/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukungan VGA Card pada Photoshop CS4</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/dukungan-vga-card-pada-photoshop-cs4</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/dukungan-vga-card-pada-photoshop-cs4#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 23:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop cs4]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini telah muncul software Adobe Photoshop yang baru yaitu Adobe Photoshop CS4. Pada versi ini Photoshop mulai menunjukkan andilnya dari kekuatan VGA yang kita miliki. Lihatlah baik-baik system requirements yang dikeluarkan Adobe. Setidaknya untuk menjalankan Photoshop CS4 dengan mulus memerlukan VGA card yang memiliki teknologi Shader Model 3.0 dan OpenGL 2.0. Tidak seperti versi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini telah muncul software Adobe Photoshop yang baru yaitu Adobe Photoshop CS4. Pada versi ini Photoshop mulai menunjukkan andilnya dari kekuatan VGA yang kita miliki. Lihatlah baik-baik <a href="http://www.adobe.com/products/photoshop/photoshop/systemreqs/" target="_blank">system requirements </a>yang dikeluarkan Adobe.<span id="more-425"></span><br />
Setidaknya untuk menjalankan Photoshop CS4 dengan mulus memerlukan VGA card yang memiliki teknologi Shader Model 3.0 dan OpenGL 2.0. Tidak seperti versi sebelumnya kelebihan di CS4 ini terletak pada kemampuannya mengolah gambar-gambar 3D. Coba anda aktifkan menu dukungan VGA card pada Preferences Photoshop. Maka akan terlihat jelas kemampuan yang lebih pada Photoshop CS4 ini.<br />
Anda bisa men-zoom in dan out dengan mulus, drag gambar seperti menggeser lemari beroda, zoom pixel yang mengotak jika kita zoom out, rotasi gambar yang mulus, merender gambar dengan cepat walaupun menggunakan resolusi yang tinggi. Dan tentu saja Cepat dan Akurat dalam menampilkan gambar 3D.<br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/22879822@N06/3246112949/" title="Preferences 1"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3105/3246112949_791ec643e8.jpg" width="368" height="220" alt="Preferences" /> </a><br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/22879822@N06/3246112825/" title="Preferences 2"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3418/3246112825_49bba9abf6_o.jpg" width="368" height="261" alt="Preferences2" /> </a><br />
Kemampuan ini terdapat pada Photoshop CS4, Photoshop CS4 Extended, After Effects CS4 dan Premier Pro CS4.Jika anda ingin memiliki komputer guna kebutuhan Grafis dan mencoba Photoshop versi terbaru ini pikirkanlah matang-matang sebelum membeli. Karena akan menguras kantong anda.</p>
<h3><span style="color: #ffff00;">SO, BE A WISE</span></h3>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/dukungan-vga-card-pada-photoshop-cs4/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>23 Rahasia dan Shortcut Photoshop</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/23-rahasia-dan-shortcut-photoshop</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/23-rahasia-dan-shortcut-photoshop#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 23:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Tekan tombol Tab bisa menyembunyikan menu tool bar dan palette, Shift+Tab hanya menyembunyikan menu palette. Klik dua kali pada background abu-abu akan membuka file. Tahan Shift + klik dua kali akan menampilkan browser Bosan dengan warna background anda? Anda dapat mengantinya dengan pilih Paint Bucket, tahan shift dan klik pada background Photoshop anda, maka anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-927" title="photoshop" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads/2009/11/photoshop.jpg" alt="photoshop" width="550" height="125" /><span id="more-372"></span></p>
<p>Tekan tombol Tab bisa menyembunyikan menu tool bar dan palette, Shift+Tab hanya menyembunyikan menu palette.</p>
<p>Klik dua kali pada background abu-abu akan membuka file. Tahan Shift + klik dua kali akan menampilkan browser</p>
<p>Bosan dengan warna background anda? Anda dapat mengantinya dengan pilih Paint Bucket, tahan shift dan klik pada background Photoshop anda, maka anda dapat mengganti warna background sesuai dengan keinginan anda.</p>
<p>Di Photoshop, semua tombol pembatalan perintah akan berubah menjadi Reset dengan menahan tombolAlt.</p>
<p>Tombol Caps Lock akan meningkatkan akurasi kursor anda.</p>
<p>Tekan tombol F maka anda akan dihadapkan 3 pilihan mode tampilan untuk media kerja anda di Photoshop</p>
<p>Untuk menggambar garis lurus. Garislah dengan menekan tombol Shift</p>
<p>Di Zoom Tool, Tekan Ctrl + Space bar akan membesarkan gambar, Alt + Space akan memperkecil gambar</p>
<p>Ctrl + Alt dan drag gambar, akan menduplikat gambar overlay ke posisi atas</p>
<p>Ketika menggunakan Eyedropper untuk mengambil warna depan, tahan Alt dan klik, maka otomatis akan mendapatkan warna buat background.</p>
<p>Ctrl + Alt + Z dan Ctrl + Shift + Z akan memaju-mundurkan menu history</p>
<p>Alt + Backspace dan Ctrl + Backspace akan mengganti seluruh warna depan atau belakang. Shift + Backspace akan memunculkan pilihan jendela, Alt + Shift + Backspace dan Ctrl + Shift + Backspace akam mengganti warna gambar menjadi warna Foreground atau Background tetapi tetap meninggalkan Transparansi Alpha sendiri.</p>
<p>Ctrl + J akan menduplikat gambar asli tanpa menggeser posisi.</p>
<p>Ketika menggunakan Masking, tekan Spacebar untuk memindahkan seleksi</p>
<p>Tahan Shift dan tekan + atau – akan mengaktifkan antar layer blending</p>
<p>Tahan Alt dan klik ikon mata di layer maka akan menyembunyikan semua layers</p>
<p>Tahan Alt ketika mengklik ikon pen di layer, maka akan melepaskan kunci semua layer</p>
<p>Tahan Alt dan klik tombol “Create a new layer”, maka akan muncul New Adjustment Layer baru</p>
<p>Setelah menggambar dengan pen tool. Tekan Ctrl + Shift + H untuk memunculkan/menyembunyikannya.</p>
<p>Kontrol Navigasi dengan keyboard akan lebih efektif daripada menggunakan mouse :</p>
<ul>
<li> Home : pindah ke ujung atas kiri</li>
<li> End : pindah ke ujung atas kanan</li>
<li> PageUp : pindah ke atas satu halaman</li>
<li> PageDown : pindah ke bawah satu halaman</li>
<li> Ctrl + PageUp : pindah ke kiri satu halaman</li>
<li> Ctrl + PageDown : pindah ke kanan satu halaman</li>
<li> Shift + PageUp : pindah ke atas 10 pixel</li>
<li> Shift + PageDown : pindah kebawah 10 pixel</li>
<li> Ctrl + Shift + PageUp : pindah kekiri 10 pixel</li>
<li> Ctrl + Shift + PageDown : pindah kekanan 10 pixel</li>
<li> Ctrl + Tab akan mengaktifkan antar gambar</li>
</ul>
<p>Jika anda mempunyai illustrasi yang dibuat di Illustrator dan akan menggunakannya di Photoshop, copy dan pastekan saja ke photoshop maka anda akan diberikan beberapa pilihan paste, Smart Object, Pixel, Path atau Shape layer<br />
Jika anda telah menyeleksi layer dan akan memindahkan sebuah gambar tanpa menghilangkan seleksi. Buka gambar yang akan dipindahkan, klik copy, tekan Ctrl + klik pada layer yang mengandung seleksi lalu tekan Shift + Ctrl + V untuk mempaste ke dalam seleksi. Ini juga akan membuat layer baru diatasnya.<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/23-rahasia-dan-shortcut-photoshop/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

