<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas</title>
	<atom:link href="http://www.triwibowo.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.triwibowo.com</link>
	<description>Desain Grafis dan Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 05:35:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.triwibowo.com</link>
<url>http://www.triwibowo.com/wp-content/mbp-favicon/Favicon.jpg</url>
<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas</title>
</image>
		<item>
		<title>Street Fighter IV on PC</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/street-fighter-iv-on-pc</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/street-fighter-iv-on-pc#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 05:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tri Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[PC Game]]></category>
		<category><![CDATA[Street Fighter IV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1526</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari pertama aku mendapat THR dari kantor. Setelah membujuk istri untuk meminta uang saku, aku melesat ke toko CD-Rom center guna membeli game yang telah lama aku pesan, yaitu Street Fighter IV.
Tidak ada masalah apapun dalam penginstalan, bahkan termasuk lebih cepat daripada menginstall Call of Duty : Modern Warfare 2. Setelah memasukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari pertama aku mendapat THR dari kantor. Setelah membujuk istri untuk meminta uang saku, aku melesat ke toko CD-Rom center guna membeli game yang telah lama aku pesan, <span id="more-1526"></span>yaitu Street Fighter IV.</p>
<p>Tidak ada masalah apapun dalam penginstalan, bahkan termasuk lebih cepat daripada menginstall Call of Duty : Modern Warfare 2. Setelah memasukkan crack akupun dihadapkan prolog yang menawan penuh grafis bergerak paduan antara 3D dan 2D serta polesan-polesan penuh grafis yang belum pernah aklu lihat sebelumnya di game-game yang pernah aku miliki. Soundtrack yang menghentak dan berlangsung cukup lama.</p>
<p>Hanya satu yang agak janggal, yaitu disertakannya menu Microsoft Game for Windows &#8211; LIVE, yang menurut saya cukup mengganggu. Menu-menu pembuka yang sederhana. Walau agak kesulitan memetakan tombol permainan custom pada pertama kali menggunakannya.</p>
<p>Pada saat permainan, kembali saya dibuat kagum oleh gambar 3D yang ringan dengan resolusi 1280 x 720 pixel. Hampir semua Jurus sama tidak ada perbedaan dengan versi sebelumnya. Tetapi pada saat melepas Jurus Super Ultimate, dihadirkan dengan begitu dramatis dan penuh power. Dengan adanya Ultimate Revenge membuat permainan semakin menarik.</p>
<p>Salut buat Capcom yang telah menghadirkannya dalam format PC Game dan Playstation 3 yag mampu membuat game ini mahal untuk dimainkan (harganya masih 500-an ribu..coi)</p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4925235415_8248dbd646.jpg" alt="Character" width="500" height="491" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4082/4925830956_ddb409b002.jpg" alt="Ryu" width="500" height="273" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4142/4925830174_dcd00ba3fa.jpg" alt="Chun-li" width="500" height="265" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4123/4925830678_2fd742898a.jpg" alt="Cammy" width="500" height="269" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4100/4925830826_43a35f73d7.jpg" alt="Viper" width="500" height="267" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4096/4925235937_91219d8d70.jpg" alt="Chun-li2" width="500" height="264" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4121/4925236647_6ac8174663.jpg" alt="Sakura" width="500" height="270" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4095/4925235253_63bc3d092b.jpg" alt="Result" width="500" height="279" /><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/street-fighter-iv-on-pc/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Agar THR Ngga Cepat Ludes</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/tips-agar-thr-ngga-cepat-ludes</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/tips-agar-thr-ngga-cepat-ludes#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 14:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tri Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tunjangan Hari Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1522</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang hari raya, ada yang paling ditunggu-tunggu tiap karyawan. Bisa ditebak, Tunjangan Hari Raya (THR) memang membuat karyawan makin girang menyambut lebaran.
Saat menanti THR masuk ke rekening, banyak orang sudah bersemangat membuat daftar belanja. Tanpa sadar, mereka meningkatkan konsumsi selama  puasa, khususnya untuk keperluan hari raya seperti makanan, pakaian, mudik, open house, &#8216;angpau&#8217; dan sebagainya.
Namun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang hari raya, ada yang paling ditunggu-tunggu tiap karyawan. Bisa ditebak, Tunjangan Hari Raya (THR) memang membuat karyawan makin girang menyambut lebaran.<span id="more-1522"></span></p>
<p>Saat menanti THR masuk ke rekening, banyak orang sudah bersemangat membuat daftar belanja. Tanpa sadar, mereka meningkatkan konsumsi selama  puasa, khususnya untuk keperluan hari raya seperti makanan, pakaian, mudik, open house, &#8216;angpau&#8217; dan sebagainya.</p>
<p>Namun, uang bonus tahunan masih bisa Anda &#8217;selamatkan&#8217;, tanpa ludes. Bagaimana caranya?</p>
<h3>1. Jangan membeli baju baru (malulah pak..bu udah uzur)</h3>
<p>Orang tua sebaiknya jangan membeli baju baru kecuali emang udah ngga punya baju. Belilah baju hanya untuk anak anda, jangan terlalu pelit untuk anak anda. Baju masih bisa dibeli sehabis lebaran, salah satu caranya gunakan dengan baik angpau yang diterima oleh anak anda. Oleh karena itu jangan malas untuk berlebaran ke sanak saudara yang jauh. Karena siapa tahu mereka lagi banyak duit sehingga angpau yang diterima anak anda semakin banyak buat beli baju baru.</p>
<h3>2. Ngapain sih mesti mudik?</h3>
<p>Biaya terbesar lebaran adalah mudik, sekali-sekali boleh saja, asal jangan tiap tahun. Apalagi jika ngga bisa cuti saat lebaran. Itu lebih gila lagi. Bayangkan jika mudik hanya dimiliki oleh pimpinan tertentu. Kadang kasihan juga, duit THR banyak tapi cuma bisa libur tiga hari, sedangkan bos bisa 5 atau 7 hari&#8230;.wow busyet. Ada baiknya menggunakan teknologi seperti video call atau telepon dan SMS bila memutuskan untuk tidak berkunjung ke kampung halaman. Atau bisa juga numpang tetangga atau sanak saudara yang kebetulan ingin pulang kampung, selain hemat biaya bisa ditekan bahkan bisa dicicil. Bisa 12 bulan, 24 bulan bahkan 32 bulan.</p>
<h3>3. Makanan (Hari pembalasan)</h3>
<p>Lebaran otentik dengan ketupat, kue kering, sayur lodeh, lontong, minuman kaleng dan lain sebagainya. Kesan pertama yang timbul adalah &#8220;Hari Pembalasan&#8221;. Kenapa tidak? setelah sebulan berpuasa, makan nasi kotak yang dijatah memang bisa disebut Tenaga kerja Rodi Modern. Makanya kalo menerima THR ngga pernah ada rasa puas apalagi cukup, yang ada di kepala kurangggg mulu (hayooo ngaku aja&#8230;tanya nurani masing-masing)<br />
Anda bisa menyajikan makanan hari raya yang lezat tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cari resep-resep makanan yang harga bahannya terjangkau, seperti kelepon, kue kap, bingke berandam atau ubi rebus. Agar tak terlalu menguras dana, hidupkan kembali tradisi saling mengantar makanan. Khan enak tuh kita kirim ubi rebus dapatnya kue kering ama kue lapis legit.</p>
<p>Selain mempererat silaturahim, beban Anda akan semakin ringan. Atau bisa juga ajak beberapa teman atau tetangga untuk membeli bahan baku dalam jumlah besar sebelum diolah agar tidak terlalu membebani. Akan lebih baik lagi berbagi ama yang beda agama, agar hasilnya lebih menguntungkan kita.</p>
<h3>4. Tradisi &#8216;Angpau&#8217;</h3>
<p>Hari raya tak lepas dari tradisi angpau atau memberikan sejumlah uang kepada sanak saudara. karena sifatnya tahunan, sebaiknya Anda telah menganggarkan pengeluaran ini sebagai pengeluaran tahunan. Tetapi ingat, jangan pernah memberikan angpau tanpa amplop kecil, contohlah amplop angpau imlek yang berukuran kecil (sekarang khan udah banyak versi lebarannya). Usahakan amplop dilem dengan rapat agar ngga bisa langsung diintip. Rata-rata orang tua malu untuk membuka angpau anaknya di depan si pemberi. Mereka akan membuka angpau tersebut setelah pulang kerumah&#8230;.nah pas dibuka ..eh cuma 500 perak (kadang kosong). Dengan begitu kita ngga dibuat malu dan anggaran untuk angpau pun sedikit lebih berhemat.</p>
<h3>5. Open House</h3>
<p>Bila tiap tahun ada open house di rumah, anggarkan sebagai pengeluaran tahunan. Seberapa besar open house mempengaruhi jumlah dana yang harus Anda siapkan. Bila memang tidak memungkinkan untuk mengadakan open house, jangan memaksakan diri yang membuat pengeluaran lebih besar atau bahkan menimbulkan hutang. Akan lebih baik mengadakan open house secara gotong royong, contohnya Open House satu RT. Nah, dengan begitu kita bisa lebih berhemat, dan makanan yang bisa dibawa pulang akan lebih banyak serta bisa digunakan untuk lebaran haji berikutnya</p>
<p>Merayakan lebaran tidak lantas Anda harus boros dan menghambur-hamburkan uang. Sebab, Ramadan mengajarkan untuk mengendalikan nafsu dan keinginan. Menghidupkan tradisi memang sah-sah saja. Namun, usahakan tradisi buruk tak menjadi gaya hidup.</p>
<h2>KABURRRRRRRRR<!--more--><br />
﻿</h2>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/tips-agar-thr-ngga-cepat-ludes/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keracunan atau Maag?</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/keracunan-atau-maag</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/keracunan-atau-maag#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 08:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tri Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[lambung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1505</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal bulan puasa kemarin, ada kejadian yang cukup membuatku ketakutan sampai sekarang. Puasa hari ketiga aku menderita keracunan tapai hingga mesti masuk IGD RS Antonius.
Dua hari itu memang cuaca rada ngga enak sekali. Setiap jam 3-4 sore rasa lapar begitu kuat kurasakan beda dengan puasa-puasa tahun lalu atau hari pertama. Pas buka puasa langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://farm5.static.flickr.com/4120/4919545800_3be28fa10f.jpg" alt="Maag" width="176" height="133" />Pada awal bulan puasa kemarin, ada kejadian yang cukup membuatku ketakutan sampai sekarang. Puasa hari ketiga aku menderita keracunan tapai hingga mesti masuk IGD RS Antonius.<span id="more-1505"></span></p>
<p>Dua hari itu memang cuaca rada ngga enak sekali. Setiap jam 3-4 sore rasa lapar begitu kuat kurasakan beda dengan puasa-puasa tahun lalu atau hari pertama. Pas buka puasa langsung saja kusantap makanan kotak dari kantor plus sambalnya yang nikmat. Ngga sampai disitu sewaktu sampai dirumah sekitar jam 9 malam tapai sisa kemarin kubantai juga.</p>
<p>Alhasil pada jam setengah 11 malam pelan namun pasti pada bagian lambung kurasakan sakit yang amat sangat, napasku ngos-ngosan, ulu hati seperti ditusuk-tusuk, keringat dingin bercucuran. Setelah meringkuk kesakitan, istriku menganjurkan aku ke rumah sakit malam itu. Dengan pertolongan tetanggaku, aku masuk IGD Antonius jam 12 malam. Setelah disuntik dan minum obat harga ratusan ribu, pada jam setengah 3 subuh aku pulang kerumah tanpa harus rawat inap (Alhamdullilah&#8230;&#8230;)</p>
<p>Kejadian ini begitu membuat aku trauma hingga sekarang, semoga saja hal ini tidak terulang lagi. Dan yang paling kusesalkan adalah puasaku harus bolong 2 hari tahun ini&#8230;.huh<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/keracunan-atau-maag/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer Saktiku Intel Core I5 750</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/komputer-saktiku-intel-core-i5-750</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/komputer-saktiku-intel-core-i5-750#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 03:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tri Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[Intel I5 750]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal Agustus 2010, saya beserta keluarga berjalan-jalan ke Mega Mall Ahmad Yani Pontianak, untuk merayakan kenaikan gajiku yang cukup besar (tapi ternyata hasil rapel&#8230;hiksss). Pas waktu itu Di Mega Mall sedang diadakan pameran komputer. Ketika kami melihat-lihat satu-persatu counter disana, mataku tertuju pada sebuah unit Computer Dekstop yang cantik, mungil berwarna putih dengan merk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awal Agustus 2010, saya beserta keluarga berjalan-jalan ke Mega Mall Ahmad Yani Pontianak, untuk merayakan kenaikan gajiku yang cukup besar (tapi ternyata hasil rapel&#8230;hiksss). <span id="more-1502"></span>Pas waktu itu Di Mega Mall sedang diadakan pameran komputer. Ketika kami melihat-lihat satu-persatu counter disana, mataku tertuju pada sebuah unit Computer Dekstop yang cantik, mungil berwarna putih dengan merk Axioo. Ketertarikanku semakin besar ketika melihat spesifikasinya yang luar biasa pada masa sekarang, apalagi dengan harga yang cukup miring dibandingkan komputer lain dengan spesifikasi yang sama.<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4139/4918810414_75e50d14fa.jpg" alt="Mimo-HT-5220" width="450" height="173" /><br />
Type Komputer Dekstop Axioo ini adalah Axioo Mimo 5220. Sepulangnya dari Mega Mall aku mencoba berembuk dengan istriku tentang keinginanku untuk mengambil kredit Axioo Mimo ini. Istrikupun menyetujuinya (duh&#8230;udah cantik &#8230;baikkkk banget) NB : KALO ADA MAUNYAAAA</p>
<p>Hari Minggu sore kamipun pergi ke Mega Mall untuk membuat aplikasi kredit Axioo Mimo ini. Pada hari Rabu kami disurvei oleh pihak Adira. Dan keesokan harinya aplikasi kami diterima. Tetapi sayang sejuta kali sayang, ternyata barangnya ngga ready dan kamipun mesti menunggu satu hari lagi. Pada keesokan harinya saya mendapat telpon dari pihak penyedia Komputer Axioo bahwa barang mesti dipesan dulu namun harganya naik Rp. 300.000. Lebih celakanya lagi kami mesti NOMBOK kelebihan itu pada pembayaran pertama. Tentu saja aku kecewa (maklum, budgetnya pas-pasan).</p>
<p>Komputer cantik itupun seakan-akan menjadi angan-angan di kepalaku. Namun dasar keinginan lebih besar daripada kebutuhan. Aku mencoba mencari barang tersebut di toko lain. Akhirnya aku mengunjungi sebuah toko komputer besar di Pontianak. Setelah ngalur-ngidul mengenai komputer yang ingin ku beli, akhirnya aku ditawari komputer rakitan yang sedikit lebih mahal tapi dengan spek yang jauh lebih baik, tanpa keyboard, mouse dan layar monitor. Dengan besar bunga kredit yang sama kami menyanggupi transaksi tersebut.</p>
<p>Berikut Spesifikasi Komputer Canggih tersebut :<br />
- Intel Core I5 750<br />
- Motherboard Gigabyte H55-USB3<br />
- Memory Vgen 2 Gb DDR3<br />
- VGA Card ATI Radeon HD 4670 1 Gb IceQ<br />
- PSU VenomRX 500 Pure<br />
- Casing Powerlogic Modena GTX 2000</p>
<p>Semua seharga Rp 5.850.000 dengan bunga 1,28 selama 24 bulan. Tapi aku ngga puas sampai disitu. Aku juga membeli sebuah UPS dan Stabilizer buat komputerku lebih awet.<br />
<img src="http://farm5.static.flickr.com/4102/4918189153_a79ba1d77f.jpg" alt="Intel-i5-750" width="450" height="474" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4118/4918789168_7e13d6cb11.jpg" alt="Gigabyte-H55-USB3" width="450" height="295" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4121/4918791044_176df169d7.jpg" alt="VGEN-2-Gb-DDR3" width="450" height="246" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4918189897_932a6d6f42.jpg" alt="ATI-Radeon-HD-4670" width="450" height="338" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4118/4918189303_372232ce02.jpg" alt="Venom-RX-500" width="450" height="396" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4115/4918789902_9b6d50ed4d.jpg" alt="Modena-GTX2000" width="450" height="488" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4120/4918190111_ba60172a70.jpg" alt="UPS-Ersys-600Va" width="450" height="416" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4079/4918790434_c3d749250a.jpg" alt="Toyosaki-Stabilizer-1000" width="450" height="428" /><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/komputer-saktiku-intel-core-i5-750/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hak Pekerja (Pers) untuk Berserikat</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/hak-pekerja-pers-untuk-berserikat</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/hak-pekerja-pers-untuk-berserikat#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 01:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Pentingnya pembentukan Serikat Pekerja (Pers) di kalangan buruh/karyawan (pers) seringkali datang terlambat. Adanya larangan berserikat, ketidaktahuan dan ketidakpedulian buruh/karyawan (pers) menjadi alasan, mengapa pendirian serikat pekerja seakan berada di titik nol.
Bagi ribuan karyawan di perusahaan media tempatku bergabung, mungkin hanya segelintir orang saja yang punya kepedulian terhadap pembentukan serikat pekerja. Selebihnya lebih memilih diam atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pentingnya pembentukan Serikat Pekerja (Pers) di kalangan buruh/karyawan (pers) seringkali datang terlambat. Adanya larangan berserikat, ketidaktahuan dan ketidakpedulian buruh/karyawan (pers)<span id="more-1493"></span> menjadi alasan, mengapa pendirian serikat pekerja seakan berada di titik nol.</p>
<p>Bagi ribuan karyawan di perusahaan media tempatku bergabung, mungkin hanya segelintir orang saja yang punya kepedulian terhadap pembentukan serikat pekerja. Selebihnya lebih memilih diam atau pura-pura tutup kuping dengan aneka permasalahan yang kerap mendera. Padahal, jika mereka sadar, pembentukan serikat pekerja (pers) dapat menyelesaikan kendala yang acap timbul antara buruh/karyawan (pers) dengan manajemen perusahaan.</p>
<p>Anehnya, adanya larangan berserikat yang dikeluarkan oleh pihak manajemen &#8211;secara tulisan maupun lisan&#8211; dengan ancaman PHK dan sebagainya, turut andil memaksa para buruh/ karyawan lebih memilih jalur aman, ketimbang bersatu dengan berserikat dalam menyelesaikan perselisihan yang timbul. Jamak terjadi, setiap ada permasalahan, buruh/karyawan menjadi pihak yang dirugikan. Pasalnya, bargaining –-posisi tawar&#8211; yang dimilikinya sangat lemah. Paling-paling ia akan memilih cara ‘mengundurkan diri’ dengan tidak mendapat kompensasi apapun, akibat ketidaktahuan dan takut berselisih dengan perusahaan. Padahal ada aturan &#8211;dalam bentuk UU&#8211; yang berpihak pada buruh/pekerja (pers).</p>
<p>Sejatinya, serikat pekerja ataupun serikat buruh adalah organisasi yang didirikan oleh dan untuk pekerja/buruh. Pemakaian istilah buruh/karyawan, mengacu pada setiap orang yang bekerja pada orang lain untuk memperoleh upah atau bentuk penghasilan yang lain.</p>
<p>Dari kasus-kasus selama ini, harus diakui bahwa serikat pekerja (pers) masih belum populer di kalangan buruh/ karyawan (pers). Banyaknya buruh/karyawan yang belum sepaham turut andil menjadi penghalang bagi karyawan itu sendiri. Sebagai cotoh, hingga kini, perdebatan perihal pekerjaan wartawan itu buruh atau bukan, masih menyisakan tanya. Ada pihak yang beranggapan, bahwa wartawan itu adalah seorang profesional yang berbeda dengan pekerja pabrik. Padahal jika mengacu pada istilah buruh/ karyawan yang memperoleh upah dari orang lain, pekerjaan wartawan tentunya masuk dalam kategori buruh. Akibatnya, jika banyak wartawan/ jurnalis tidak menyadari dan tidak mengakui dirinya sebagai buruh, maka hak dirinya ketika terjadi PHK atau hak normatif lainnya, mau tidak mau harus direlakan hilang. Padahal jika mengacu pada undang-undang, ada banyak hal yang diatur, sehingga buruh tidak merugi.</p>
<p>Alasan jurnalis sebagai profesional mungkin bisa diterima, jika ada undang-undang khusus yang mengatur pekerja pers melalui standar-standar tertentu, baik skill maupun pengupahan yang diatur dalam aturan tersendiri. Sedangkan saat ini, belum ada legimitasi untuk standar wartawan sebagai profesional seperti layaknya dokter, lawyer ataupun pilot. Oleh karena itu, mau tidak mau, wartawan juga buruh. Buruh/ karyawan di berbagai sektor termasuk pekerja media mempunyai hak yang sama, baik sebagai pekerja ataupun sebagai anggota serikat pekerja, sebagaimana diatur dalam UU no.13/2003 tentang ketenagakerjaan maupun UU no. 21/2000 tentang Serikat Pekerja. Khusus untuk serikat pekerja harus dipahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya, terutama bagi mereka yang menjadi jurnalis sekaligus sebagai pengurus serikat pekerja.</p>
<h3>Dasar Hukum, Sifat dan Tujuan Serikat Pekerja (Pers)</h3>
<p>Pendirian serikat pekerja memiliki dasar hukum yang tidak boleh bertentangan dengan ideologi negara Pancasila dan UUD 45, dimana serikat pekerja harus bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab. Hal ini telah diatur dengan jelas pada UU no.21/2000 tentang Serikat Pekerja. Sedang fungsi serikat pekerja (pers) mencakup pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), penyelesaian perselisihan industrial, mewakili pekerja di dewan atau lembaga yang terkait dengan urusan perburuhan, serta membela hak dan kepentingan anggota.</p>
<p>Undang-undang ini mengatur tentang tingkatan organisasi serikat, yakni; serikat pekerja buruh (pers); federasi serikat; konfederasi serikat. Pekerja berhak membentuk dan menjadi anggota serikat. Sebagaimana diatur, serikat pekerja harus memiliki anggota minimal 10 orang (pasal 5 UU. No. 21/ 2000)</p>
<p>Pengaturan serikat harus meliputi berbagai ketentuan, antara lain: nama dan simbol; dasar hukum dan tujuan; tanggal pembentukan; alamat sekretariat; keanggotaan dan administrasi; sumber pendanaan dan pertanggungjawaban; serta ketentuan tentang perubahan peraturan ini.</p>
<h3>Hak dan Kewajiban Serikat Pekerja (Pers)</h3>
<p>Secara umum Serikat Pekerja adalah organisasi yang didirikan oleh dan untuk pekerja di dalam dan di luar perusahaan, milik negara atau pribadi, yang bersifat tidak terikat, terbuka, independen dan demokratis serta dapat dipertanggungjawabkan untuk memperjuangkan, membela dan melindungi hak-hak dan kepentingan pekerja, maupun untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.</p>
<p>Berdasarkan bentuknya, serikat pekerja terdiri dari 2, yakni: serikat di dalam perusahaan, didirikan oleh pekerja satu perusahaan atau lebih. Sedangkan serikat di luar perusahaan, dibentuk oleh pekerja yang tidak dipekerjakan di dalam perusahaan. Istilah tidak dipekerjakan di dalam perusahaan mengacu pada pekerja mandiri, misalnya pengemudi angkutan minibus, mikrolet, bajaj atau angkutan lainnya.</p>
<p>Hak dan kewajiban serikat pekerja yang sudah memiliki nomor pendaftaran berhak melakukan perundingan PKB dengan pihak manajemen, mewakili pekerja dalam menyelesaikan perselisihan industrial di dewan dan lembaga perburuhan dan mengadakan kegiatan perburuhan selama tidak bertentangan dengan ketentuan hukum (pasal 21).</p>
<p>Serikat pekerja wajib melindungi anggota dari pelanggaran terhadap hak-haknya, meningkatkan kesejahteraan anggota dan keluarga, serta menjalankan tugas sesuai peraturan. Ia dapat bergabung dan/atau bekerjasama dengan serikat buruh internasional dan organisasi internasional lainnya, selama tidak bertentangan dengan ketentuan hukum nasional.</p>
<h3>Serikat Pekerja Mewakili Kepentingan Pengusaha</h3>
<p>Pekerja yang mewakili kepentingan pengusaha tidak dapat menjadi bagian dari pengurus serikat, sebab akan menimbulkan konflik kepentingan. Posisi serikat dan pengusaha dalam merundingkan PKB adalah berbeda. Contoh pekerja yang mewakili pengusaha adalah direktur atau menejer bagian personalia atau akuntan. Hal ini berlaku di semua serikat pekerja termasuk pekerja pers guna menghindari kepentingan yang merugikan pihak lain/ pekerja.</p>
<p>Bagi pengusaha juga harus memahami kewajiban mereka untuk tidak ikut campur dalam pembentukan atau pengoperasian serikat, ataupun melakukan tindakan deskriminisi terhadap anggota dan pengurus serikat.</p>
<p>Dalam aplikasinya, seringkali terjadi modus penghambatan pekerja pers dalam berserikat, dengan cara PHK, skorsing sementara, menurunkan peringkat atau pemindahan, gaji tidak dibayar atau dikurangi, atau tindakan intimidasi dalam bentuk apapun.</p>
<p>Selain itu, kerap terjadi adanya penyusup dari pihak manajemen di tubuh serikat pekerja. Hal ini terjadi karena kurang selektifnya pengurus dalam melakukan screening terhadap orang-orang yang ingin bergabung dengan serikat pekerja. Akibatnya, mereka akan memata-matai dan menggembosi serikat pekerja itu sendiri. Untuk itu, perlu kewaspadaan.</p>
<p>Sedangkan legitimasi organisasi ditentukan oleh anggotanya, bukan campur tangan pengusaha. Dengan demikian, tidak diperlukan dokumen legitimasi dari badan pendaftaran ataupun surat pengesahan perusahaan. Nomor pendaftaran dari Disnaker diberikan hanya sebagai basis data untuk penghitungan jumlah organisasi serikat pekerja.</p>
<p>Karena pembagian waktu antara kegiatan serikat pekerja dengan waktu bekerja seringkali bertabrakan, sebaiknya harus dibuat kesepakatan kerja bersama untuk melangsungkan kegiatan tersebut. Tujuannya, untuk menghindari perbedaan penafsiran antara pekerja dengan pengusaha tentang kegiatan yang diijinkan selama jam kerja, sehingga perselisihan dapat dicegah.</p>
<h3>Fungsi Serikat Pekerja Pers</h3>
<p>Setelah semua yang berhubungan dengan serikat pekerja, khususnya pekerja pers diketahui, menjadi penting menyimak fungsi utamanya, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Menyusun PKB atau dokumen penyelesaian perselisihan.</li>
<li>Mewakili pekerja dalam forum kerjasama ketenagakerjaan manapun.</li>
<li>Menjadi fasilitator hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan adil.</li>
<li>Sebagai wahana untuk menyalurkan aspirasi dalam membela hak dan kepentingan anggotanya.</li>
<li>Melakukan perencanaan, pelaksana dan bertanggungjawab selam berlangsungnya pemogokan, sesuai ketentuan hukum.</li>
<li>Mewakili pekerja dalam membela hak kepentingan bersama dalam perusahaan.</li>
</ol>
<p>Selain itu, fungsi dan pembelaan di depan pengadilan secara tegas diatur dalam UU no.2/2004 tentang PPHI (pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial), pasal 87, berbunyi: “ Serikat Pekerja dan organisasi pengusaha dapat bertindak sebagai kuasa hukum untuk beracara di Pengadilan Hubungan Industrial untuk mewakili anggotanya”. Untuk mempersiapkan menjadi kuasa hukum anggotanya, khusus bagi pengurus serikat pekerja pers sedini mungkin mempersiapkan teknik pendampingan di pengadilan dan dikembangkan pada anggotanya agar bisa mendampingi dirinya sendiri.</p>
<p>Oleh sebab itu, ketika kita sebagai buruh/ pekerja (pers) telah mengetahui hak dan kewajiban beserta manfaat pendirian serikat pekerja, tak ada salahnya segera membentuk organisasi serikat pekerja di lingkungan kerja masing-masing. Jika masih ragu, meminta bimbingan dari serikat pekerja yang lebih mapan menjadi salah satu cara ampuh untuk mengejar ketertinggalan. Pasalnya, hanya buruh yang mengerti permasalahan dan kebutuhan kaum buruh, bukan orang lain, apalagi pengusaha.<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/hak-pekerja-pers-untuk-berserikat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Serikat atau Asosiasi Pekerja Profesional di Indonesia</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/manfaat-serikat-atau-asosiasi-pekerja-profesional-di-indonesia</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/manfaat-serikat-atau-asosiasi-pekerja-profesional-di-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 01:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[Serikat Pekerja telah menjadi organisasi yang umum dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Jika pada jaman penjajahan dan jaman orde baru kaum pekerja banyak mendapat tekanan dan pengawasan ketat dari penguasa dalam hal berorganisasi, kini kaum pekerja menemukan kebebasan mereka dalam era Reformasi kini.Kebebasan ini ditandai dengan mulai berdirinya berbagai macam serikat pekerja di luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Serikat Pekerja telah menjadi organisasi yang umum dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Jika pada jaman penjajahan dan jaman orde baru kaum pekerja banyak mendapat tekanan dan pengawasan ketat dari penguasa dalam hal berorganisasi,<span id="more-1491"></span> kini kaum pekerja menemukan kebebasan mereka dalam era Reformasi kini.Kebebasan ini ditandai dengan mulai berdirinya berbagai macam serikat pekerja di luar organisasi resmi bentukan pemerintah dulu seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Selain serikat pekerja umum, kini juga banyak bermunculan serikat pekerja yang lebih spesifik seperti Serikat Pilot, Asosiasi Wartawan, Pekerja Metal, Pekerja Wanita, Pekerja Profesional, dan lainnya. Hanya saja, keberadaan serikat atau asosiasi pekerja ini lebih banyak berada pada tataran pegawai pabrik, buruh, dan sedikit pada tataran pegawai kantor. Padahal, keberadaan organisasi pekerja ini dapat menghasilkan tiga manfaat baik.</p>
<p>Serikat Pekerja atau Asosiasi Pekerja adalah wadah untuk memperjuangkan kepentingan pekerja. Lewat organisasi ini, para pekerja memiliki tempat untuk memperjuangkan keinginan mereka seperti, misalnya, kenaikan gaji, cuti, pemberian bonus tahunan, dana pensiun, asuransi tenaga kerja, atau besaran pesangon. Keberadaan badan pekerja ini memberikan kemampuan pada karyawan untuk melakukan tawar menawar yang lebih baik dalam memperjuangkan kepentingan mereka sebagai pegawai sebuah perusahaan. Dengan makin besarnya sebuah organisasi SP, posisi karyawan dalam melakukan perundingan dengan pihak perusahaan, pimpinan dan pemilik, juga menjadi lebih kuat. Tekanan yang dilancarkan pekerja lewat SP bakal menjadi suatu hal yang sulit untuk diremehkan oleh para manajer dan pimpinan perusahaan. Tentunya, kepentingan pegawai  yang diperjuangkan tidaklah sebatas urusan gaji, insentif atau cuti saja. Lewat SP/AP, pekerja bisa juga mempengaruhi perusahaan untuk memperbaiki mutu pekerjan pegawai lewat peningkatan fasilitas perusahaan, contohnya, instalasi jaringan komputer di kantor, akses internet di kantor bagi semua pegawai, pemberian asuransi kerja, perbaikan ruang kantor, pembuatan kantin di lingkungan pabrik, pengaturan jam kerja normal serta jam kerja lembur dan sebagainya.</p>
<p>Selain memperjuangkan kepentingan karyawan, SP/AP juga dapat menjadi tempat bagi para anggotanya untuk meningkatkan kemampuan profesional mereka. Di luar negeri, SP/AP tidak cuma melakukan demonstrasi untuk menuntut kepentingan atau hak karyawan, seperti yang terjadi di Indonesia, tapi juga menyelanggarakan acara rutin guna meningkatkan keprofesionalan anggotanya. Sebagai contoh, sebuah asosiasi penjual sepatu, shoes salesperson, di AS mengadakan kontes pemilihan penjual sepatu terbaik setiap tahunnya. Kinerja si penjual diukur lewat banyak kriteria, yang mana salah satunya adalah berapa banyak sepatu yang telah dijual selama setahun. Di lain tempat, asosiasi pekerja bangunan menyelenggarakan konvensi rutin setiap tahun dan membicarakan aspek-aspek terkait dalam pekerjaan mereka seperti peningkatan keamanan dan keselamatan pekerja, pegenalan produk baru pendukung pekerjaan mereka dan lainnya. Contoh lain adalah asosiasi guru. Asosiasi guru melakukan pertemuan besar seperti konfrensi untuk membahas perkembangan isu-isu terbaru yang menyangkut dunia pengajaran seperti, kurikulum, penerapan teknologi di kelas, pelatihan guru dan bahkan bisa membuat ujian sertifikasi standar kompetensi para guru. Nantinya, materi yang telah dibahas dalam pertemuan asosiasi guru bisa langsung diusulkan ke kementrian Pendidikan sebagai bahan perbaikan dunia pendidikan. Asosiasi fotografer profesional bisa melakukan seminar tahunan untuk membahas perkembangan dunia fotografi dan tren fotografi di masa depan. Di Indonesia, ada acara Salon Foto yang melakukan kedua hal tersebut dan masih menambahnya dengan kompetisi Salon Foto skala nasional. Pewarta Foto Indonesia (PFI) sering mengadakan pameran foto jurnalistik karya anggotanya serta membuat kompetisi foto jurnalistik nasional, meniru kompetisi World Press Photo (WPP).</p>
<p>Manfaat lain dari AP/SP yang dapat dipetik, namun jarang digunakan, adalah kemampuannya untuk menjaring calon penerus sebuah profesi di masa depan (Winarno, 1989). Kita semua pasti sudah pernah mengalami kedatangan taruna TNI atau Polri ke ruang kelas pada saat kita duduk di bangku SMA, kelas tiga. Kedua organisasi itu secara rutin mendatangi setiap sekolah setiap tahun untuk memberikan penerangan mengenai kesempatan karir di bidang militer atau kepolisian. Selain memberikan ceramah, mereka juga menunjukan foto atau memutar filem mengenai kegiatan mereka sehari-hari di tempat pelatihan mereka. Beberapa dari teman kita kemudian bergabung dengan TNI dan Kepolisian sesudah lulus SMA. Sayangnya, organisasi pekerja profesional yang lain jarang yang mau datang ke sekolah untuk memberikan penataran mengenai peluang karir di bidang profesi mereka. Harusnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengirim perwakilan ke sekolah SMA guna memberikan penyuluhan tentang pekerjaan jurnalistik. Asosiasi Perancang busana dapat memberikan presentasi mengenai dunia busana dan jalan yang perlu ditempuh untuk menjadi perancang busana yang baik. Perlu juga Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) medatangi langsung sekolah untuk mempromosikan tantangan dan kesempatan dalam dunia akuntansi. Supaya menarik, AP/SP bisa mendatangkan pesohor di bidang yang disuluhkan. Asosiasi seniman desain grafik, kalau ada, bisa mendatangkan Andi S. Boediman guna memberikan presentasi tentang kesempatan kerja di industri kreatif. Yang lainnya, Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PArSI) dan Masyarakat Filem Indonesia (MFI) membawa aktor terkenal sinetron atau sutradara terkenal guna mengajak murid yang berminat pada dunia filem untuk bekerja di dunia sinetron atau perfileman. Dengan turun langsungnya para pelaku langsung bidang pekerja profesional, para siswa kelas 3 SMA dapat mendapatkan gambaran langsung mengenai peluang karir di masa depan yang tersaji di depan mereka. Pertemuan langsung antara murid dan para profesional ini juga akan berimbas pada pilihan yang akan dibuat oleh siswa selepas SMA. Kedatangan langsung seorang Adnan Buyung Nasution akan memberikan penerangan dalam benak murid mengenai seperti apa rupanya dunia kerja seorang pengacara dan notaris. Interaksi langsung antara murid dengan Andy F. Noya pastinya memberikan pencerahan mengenai jalan yang harus ditempuh untuk bisa terjun di bidang jurnalisme televisi. Jika para murid kelas 3 ini berencana untuk kuliah sesudah lulus, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam menentukan pilihan jurusan yang akan diambil di tingkat universitas.</p>
<p>Secara singkat, keberadaan organisasi setingkat SP/AP di Indonesia perlu lebih digiatkan lagi. Di masa kini, paradigma SP/AP bukan cuma sebatas organisasi buruh. Programmer komputer Indonesia juga perlu membuat asosiasinya sendiri. Profesional di bidang kehumasan bisa memulai langkah pembentukan asosiasi kehumasan. Mekanik mobil atau sepeda motor pun juga tidak boleh ketinggalan dalam membuat organisasi serupa. Serendah apapun sebuah pekerjaan, pelakunya layak disebut sebagai seorang profesional. Jadi, jangan keburu rendah diri duluan. Asal tahu saja, di luar negeri bahkan terdapat asosiasi penjual ikat pinggang, ikat pinggang! Bayangkan itu. Tukang daging juga memiliki asosiasinya sendiri. Bintang filem porno saja punya keanggotaan dalam asosiasi industri filem porno. Tukang ledeng, pipa, sudah lama memiliki serikat pekerja. Nah, bagaimana dengan kaum profesional Indonesia?</p>
<div>
<p><a href="http://posterous.com/people/Q2P10FFKbD" target="_blank">Todo  Sibuea</a></p>
<p><em>I am a  systemic anomaly that is inherent to this universe. This is my personal  blog where I express my thoughts on matters that cross my mind and  things I found in internet.</em></p>
<p><em>All of my articles here are protected  under Copyright Law. By articles means every piece of writing that I  myself create. If you want to use my article for your particular  purpose, please inform me to get my confirmation. If you do get it,  don&#8217;t forget to give credit to me for the article you use.</em></p>
</div>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/manfaat-serikat-atau-asosiasi-pekerja-profesional-di-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desain Komunikasi Visual dan Perilaku Konsumen</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/desain-komunikasi-visual-dan-perilaku-konsumen</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/desain-komunikasi-visual-dan-perilaku-konsumen#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 02:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRAK
Desain merupakan sebuah kata dengan banyak makna. Dalam konteks komunikasi visual, ‘desain’ sudah menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi. Dunia advertising, publikasi majalah dan suratkabar, pemasaran dan public relations, dan yang pasti ‘desain’ juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan ekonominya.
Kata kunci: desain, desainer, desain komunikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>ABSTRAK</h2>
<p>Desain merupakan sebuah kata dengan banyak makna. Dalam konteks komunikasi visual, ‘desain’ sudah menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi.<span id="more-1486"></span> Dunia advertising, publikasi majalah dan suratkabar, pemasaran dan public relations, dan yang pasti ‘desain’ juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan ekonominya.<br />
Kata kunci: desain, desainer, desain komunikasi visual, perilaku, konsumen.</p>
<p><em><strong>ABSTRACT</strong></em><br />
<em>The word ‘design’ is a word with different meanings. In the visual communication context it has became part of the team in the communication industry – the world of advertising, magazine and newspaper publishing, marketing and public relations, and, indeed, it has became one of the influential aspects to shape the behavior of a society and its economic development. Keywords: design, designer, visual communication design, behavior, consumer</em></p>
<h2>PENDAHULUAN</h2>
<p>Sebelum masuk lebih jauh, perlu dimengerti dulu arti kata ‘desain’ karena ada semacam  kesulitan dalam menggunakan kata ‘desain’ untuk mengacu kepada suatu kegiatan yang cukup luas artinya, baik itu berupa hasil dari sebuah keputusan desain ataupun aktivitas mendesainnya sendiri. Penjelasan dari kamuspun terbatas artinya; pada kenyataannya kata ‘desain’ juga diterapkan terhadap produk dari rencana yang ada dalam pikiran, bukan hanya berupa satu set gambar atau instruksi teknis lainnya, tapi juga hasil berupa produk sesungguhnya.<br />
Hal ini tentu membingungkan. Kebingungan itu akan semakin akut jika kata ‘desain’ digunakan tanpa mengacu kepada konteks yang lebih spesifik, mudahnya, sebagai ungkapan umum dari setiap situasi dimana adaptasi arti terjadi dari sebuah kecenderungan abstrak – walaupun ‘mendesain’ jelas berbeda dengan ‘membuat’ ataupun aktivitas lain yang bersifat spontan.<br />
Di dunia Barat ada ungkapan bahwa ‘setiap orang adalah desainer’. Ini tentu ada benarnya jika menengok kembali kepada luasnya arti kata ‘desain’. Contoh paling sederhana adalah bila seseorang akan berpakaian sehari-hari. Aktivitas memilih warna dan model serta memprediksi reaksi orang adalah termasuk kategori mendesain. Dengan demikian ada banyak peran bagi para ‘desainer’ yang juga termasuk di dalamnya para profesional yang pekerjaanya tidak melulu berhubungan dengan dunia gambar. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana desain secara luas mempengaruhi kehidupan kita, <strong>Richard Buchanan (Wicked Problems in Design Thinking, 1998)</strong> mempertimbangkan empat area umum desain yaitu: komunikasi visual, obyek materi, aktivitas dan layanan terorganisasi, serta sistem lingkungan.<br />
Komunikasi visual, selain mencakup pekerjaan tradisional desain grafis, seperti tipografi dan advertising, produksi buku dan majalah, serta ilustrasi, juga meluas ke komunikasi lewat fotografi, film, dan televisi.<br />
Obyek materi, selain termasuk pekerjaan memperhatikan bentuk ataupun tampilan visual dari kebutuhan sehari-hari berupa pakaian, alat-alat rumahtangga, alat-alat lainnya, mesin-mesin, atau kendaraan, namun juga sudah meluas ke pengertian yang lebih menyeluruh dan berbeda dari hubungan antara produk dan manusia secara fisik, psikologi, sosial dan budaya.<br />
Aktivitas dan layanan terorganisasi meliputi pekerjaan tradisional menejemen terhadap keperluan logistik, mengkombinasikan infrastruktur, instrumen-instrumen, dan manusia dalam urutan yang efisien dan rencana untuk mencapai tujuan yang ditargetkan.<br />
Namun demikian area ini juga meluas ke pekerjaan membuat keputusan yang logis dan rencana strategis yang dapat berubah menjadi sebuah eksplorasi dari bagaimana sebuah rencana dapat membantu tercapainya sebuah proses organis dari pengalaman dalam situasi konkret, membuat pengalaman-pengalaman menjadi lebih berarti dan memuaskan. Desain sistem lingkungan merupakan desain sistem yang kompleks seperti lingkungan untuk hidup, bekerja, bermain, dan belajar. Ini meliputi hal-hal tradisional berupa arsitektur dan urban planning atau analisis fungsional dari bagian-bagian kompleks secara keseluruhan dan urutannya secara hierarki. Tetapi, seperti juga tiga area lainnya, kegiatannya meluas dan mencerminkan kejelasan yang lebih banyak dari ide sentral, pikiran atau nilai-nilai yang mengekspresikan kesatuan dan fungsi.</p>
<h2>DESAIN DAN PERILAKU KONSUMEN</h2>
<p>Dalam dunia pemasaran, sebuah iklan pada hakikatnya adalah sebuah interaksi dengan konsumen tentang sebuah produk. Iklan mendapat perhatian, menyediakan informasi, menerangkan sesuatu dan memancing orang untuk membeli. Iklan mencoba menciptakan semacam respon atau reaksi. Dia bicara kepada hati sekaligus kepala dari khalayak sasaran. Namun iklan adalah salah satu bentuk komunikasi massa yang karenanya jauh lebih rumit dan lebih tidak langsung dibanding dengan sebuah interaksi biasa.<br />
Meskipun tergolong sebagai jenis profesi baru yang belum banyak dikenal di Indonesia, desainer komunikasi visual memiliki peran yang cukup penting dalam membentuk perilaku konsumtif masyarakat. Ini juga merupakan salah satu yang membedakan desain komunikasi visual dengan seni dalam arti sesungguhnya, yaitu menyampaikan pesan lewat karyanya yang berupa akomodasi dari kebutuhan-kebutuhan kliennya. Bentuk karyanya mungkin terpengaruh oleh rasa estetik atau referensi lainnya dari sang desainer, namun pesan yang disampaikan haruslah menggunakan bahasa yang dikenali dan dimengerti oleh khalayak yang dituju. Bahasa yang dimaksud disini bukanlah semata bahasa verbal namun juga bahasa visual.<br />
Hampir setiap orang yang hidup di perkotaan mendengarkan atau melihat iklan setiap hari, baik itu disengaja ataupun tidak. Melalui advertising fungsi desainer komunikasi visual dapat terlihat secara jelas. Pada awalnya iklan, bahkan mungkin sampai sekarang, masih dikritik sebagai hal yang sia-sia, tidak diperlukan, tidak biasa dipercaya, dan bahkan dianggap sebagai institusi yang mengganggu. Kritik-kritik tersebut biasanya berargumen bahwa industri harus menambah biaya dari produk yang dipromosikan. Sebagian lain yang berpihak juga mengakui validitas alasan tersebut, namun mereka berpendapat bahwa fungsinya sebagai penarik perhatian konsumen agar membeli suatu barang atau jasa, iklan memungkinkan produsen menjual produknya dalam jumlah yang lebih besar daripada sebelumnya sehingga pada gilirannya peningkatan volume penjualan akan memungkinkan perusahaan untuk menjual barang per unit dengan lebih murah daripada jika dibandingkan dengan diproduksi dalam jumlah kecil. Perbedaan pandangan tersebut dapat terjadi pada para pengambil keputusan dalam satu perusahaan karena mereka berangkat dari asumsi yang berbeda.<br />
Desain yang mampu membentuk perilaku tentunya adalah desain yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada khalayak sasaran dan dikomunikasikan secara tepat dan konsisten. Untuk mencapai itu, langkah awal yang ideal adalah melakukan studi tentang khalayak sasaran yang akan dituju. Penentuan khalayak sasaran merupakan upaya merumuskan apa sesungguhnya permasalahan yang sedang dihadapi oleh produsen.<br />
Pemecahannya amat tergantung pada evaluasi terhadap masalah itu. <strong>Farbey (How to Produce Successful Advertising, 1994)</strong> mengklasifikasikan masalah tersebut sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keberadaan produk</li>
<li> Minimnya pemahaman masyarakat terhadap ciri-ciri dan manfaat produk</li>
<li> Adanya kerancuan antara produk itu dengan pesaing-pesaing</li>
<li> Adanya kelemahan pada sektor pasar tertentu, seperti wilayah yang kurang potensial atau golongan konsumen yang lemah</li>
<li> Kesadaran terhadap produk tinggi, namun produk itu kurang digunakan</li>
</ul>
<p>Sementara itu sumber-sumber informasi mengenai masalah tersebut dapat digali dari: analisis data penjualan, analisis pasar, diskusi dengan wakil pelanggan, analisis informasi perilaku pelanggan, estimasi pengsa pasar, serta pengadaan penelitianpenelitian lainnya.<br />
Ada aspek lain yang perlu diperhatikan, yaitu hubungan antara desain dan kondisi sosial ekonomi masyarakat tertentu. <strong>Worsley (Introducing Sociology 2nd ed., 1977)</strong> menyebut sosiologi sebagai studi terhadap ‘masalah-masalah sosial’ yang dapat dijadikan titik tolak seorang desainer untuk memutuskan metode dan issue yang akan digunakan untuk mengeksekusi sebuah pekerjaan untuk pengsa pasar tertentu. Lebih lanjut dia menulis:<br />
<em>“Since sociology emerged largely in the context of movements of reform or modernisation, we tend to retain nineteenth-century conceptions of social sciences as the study of ‘social problems’. More than that, we retain nineteenth-century definition of only certain kinds of issues as social problems; deliquency and crime, unemployment, disease, malnutrition, poverty, drug addiction, alcoholism, prostitution, bad housing, sexual deviance, divorce, etc.” </em><strong>(Worsley, 1977:52)</strong><br />
Sayangnya, iklan-iklan di media televisi yang ‘bertema’ sampai saat ini jumlahnya masih cukup berimbang dengan yang ‘sekedar tayang’. Sebetulnya banyak sekali masalah-masalah sosial yang dapat diangkat lewat pendekatan yang tepat daripada melulu hanya menawarkan hal-hal yang sudah terlalu sering diangkat. Seri iklan Coca-Cola beberapa waktu belakangan ini adalah contoh dari yang cukup berhasil mengangkat tema yang agak lain, yaitu persahabatan. Apalagi di waktu Indonesia sedang dilanda banyak perpecahan. Tema itu semakin kuat dengan didukung oleh setting yang ‘sangat<br />
Indonesia’. Sebaliknya dengan beberapa iklan sandal yang berkesan ‘tidak berjiwa’. Para ahli mungkin saling beradu argumentasi tentang metode-metode baru, namun kecenderungan yang ada lebih banyak kepada hal-hal mendasar yang telah terbukti berhasil bertahun-tahun. Hal-hal mendasar tersebut menawarkan lebih banyak uang dan pekerjaan yang lebih baik, rasa aman dari ketuaan dan penyakit, popularitas dan prestise, dipuja oleh orang lain, kenyamanan lebih, peningkatan kenikmatan, peningkatan status sosial, peningkatan penampilan, dan kesehatan yang lebih baik kepada konsumen.<br />
Pengiklan-pengiklan modern menekankan bukan hanya produknya tapi juga keuntungankeuntungan yang akan dinikmati konsumennya.<br />
Banyaknya cara untuk menarik perhatian konsumen dibatasi oleh kemampuan berpikir kreatif, juga oleh batasan-batasan jumlah cara untuk berekspresi dalam dunia periklanan. Mengenai hal ini <strong>Ries (The 22 Immutable Laws of Branding, 1998)</strong> mempunyai argumen yang agak berbeda dengan pandangan biro periklanan pada umumnya mengenai pilihan konsep membangun merek dan memelihara merek. Anggaran iklan yang besar umumnya diperlukan untuk memelihara merek seperti Coca-Cola atau McDonald’s, tapi pengiklanan tidak mempu membuat banyak perbedaan dalam melambungkan merek yang samasekali baru. Ia mengambil contoh The Body Shop yang dibangun oleh Anita Roddick menjadi merek kuat di dunia tanpa melalui pengiklanan.<br />
Kokohnya merek The Body Shop lebih banyak dikarenakan usahanya untuk memperoleh publisitas dengan berkeliling dunia dengan membawa ide-ide peduli lingkungan yang terus isuarakannya. Publisitas diperoleh melalui artikel yang terus-menerus muncul di koran, majalah, jugawawancara di radio atau televisi. Suatu hal yang masih sulit diterapkan di negara kita yang kondisi masyarakatnya belum banyak memiliki minat baca serta belum peka terhadap berbagai persoalan. Media paling efektif sementara ini adalah  televisi yang dulunya termasuk ke dalam kategori barang mewah.<br />
Sementara itu <strong>Chandradhy (Strategi Strategi Pemasaran di Indonesia, 1984)</strong> berpendapat bahwa masyarakat pedesaan umumnya bersikap lebih berhati-hati dalam membeli sesuatu karena pendapatannya yang rendah. Sebagian dari mereka memiliki pengetahuan serba terbatas, dan biasanya informasi didapat lewat pergaulan dengan para tetangganya. Informasi ini menambah pengetahuan dan menjadi penentu sikap mereka terhadap suatu produk tertentu.<br />
Satu teknik dasar dalam advertising terdahulu yang juga masih digunakan dalam prosedur modern adalah pengulangan (repetition). Hal ini senada dengan pendapat Kuhn yang dikutip <strong>Worsley (1977:43)</strong>: <em>“What a man sees, depends upon what he looks at, and also upon what his previous visual-conceptual experience has taught him to see.”</em><br />
Pengalaman visual-conceptual tersebut dapat terjadi bila pesan yang disampaikan sangat kuat (memorable). Gambar atau pesan yang kuat dari sebuah iklan akan melekat di ingatan pemirsanya. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Apabila kita pergi ke supermarket untuk meluangkan waktu sekitar setengah jam, kita akan melihat ratusan bahkan ribuan produk. Berikutnya yang akan dilakukan orang pada umumnya adalahmengambil barang-barang yang pernah dilihat sebalumnya, yang juga berarti ‘yang memorable’. Dalam hal ini <strong>Worsley (1977:45) </strong>menulis:<br />
<em>“We carry history around with us, lock up in our heads, and are constantly referring to it all the time, as historians rightly amphasise. But in acting at any time, we are also making estimates about the future. We prefigure the outcome in our ‘mind’s eye.”</em><br />
Metode pengulangan (repetition) sangat berguna bagi para pemasang iklan. Iklan dengan kualitas yang rata-rata atau bahkan yang buruk sekalipun dapat bekerja dengan baik (diingat oleh pemirsa) dengan bantuan cara ini. Contohnya iklan Marcopolo dan Contrex yang ditayangkan tiga kali berturut-turut dalam setiap pemunculan. Satu contoh lain adalah lagu baru. Apapun kualitasnya, baik itu penyanyi, musik atau seleranya, orang kebanyakan akan tetap ingat karena setiap hari dibombardir dengan lagu tersebut lewat video clip atau bentuk lain di media elektronik.<br />
Yang perlu digarisbawahi adalah seorang desainer harus bekerja sangat hati-hati dan sebaiknya juga mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang desainer juga sebaiknya mempu memperkirakan bagaiman orang akan bereaksi terhadap desainnya, dan hal itu adalah merupakan bagian dari social action, seperti yang diungkap Worsley:<br />
<em>“Social action, then is action which takes into account, or is affected by, the existence of others. It involves understanding or interpreting the meaning of their behaviour – estimating what they are thinking, feeling, and trying to do. We project ourselves into other people’s minds. And off course, they are doing exactly the same vis-à-vis our behaviour.”</em> <strong>(Worsley, 1977:44)</strong><br />
Seorang desainer adalah orang yang punya kesempatan yang cukup untuk membuat suatu kreasi yang cukup berpengaruh untuk mengubah perilaku konsumen melalui karyanya, karena pada saatnya desain itu sendiri akan mengatakan kepada konsumen apa yang akan mereka peroleh bila memakai produk tertentu. Apa kata orang nanti? Apakah saya akan kelihatan muda, enerjik dan sportif kalausaya memakainya? Jadi pada dasarnya sebuah iklan adalah selalu mencoba untuk menjadi semacam pemenuhan kebutuhan tertentu manusia, misalnya rasa percaya diri tadi. Ini adalah kesempatan bagi desainer untuk mengangkat opini-opini baru lewat media yang tersedia yang akan berakhir menjadi perilaku masyarakat, walaupun itu hanya akan terjadi secara perlahan.<br />
Iklan-iklan dalam masyarakat modern dapat menjadi semacam model bagaimana kelas tertentu dalam masyarakat seharusnya berperilaku dan bergaya hidup. Ya, ini memang soal gaya hidup. Iklan-iklan yang ditampikan baik di media cetak atau elektronik umumnya menunjukkan orang-orang atau sebuah keluarga ideal yang bahagia karena menggunakan suatu produk tertentu, itu semua ditujukan untuk memperdekat hubungan produk dengan calon konsumen, namun demikian ada satu hal yang perlu diperhatikan desainer dan pemasang iklan yaitu kejujuran dalam beriklan. Ada norma-norma yang  harus diperhatikan dan juga konsumen untuk dilindungi. Karenanya, kata ‘desain’ sendiri secara umum dapat berarti merencanakan apapun dengan mengkolaborasikan banyak aspek berbeda yang mungkin diikutkan untuk memperkaya kehidupan manusia.</p>
<h2>KEPUSTAKAAN</h2>
<ul>
<li>Hollis, Richard, Graphic Design a Concise History, Thames and Hudson Ltd., London, 1994</li>
<li> Buchanan, Richard, Wicked Problems in Design Thinking, The MIT Press, Cambridge, Massacusets, London, England, 1998</li>
<li> Worsley, Peter, Introducing Sociology 2nd ed., Penguin Hammondsworth, 1977</li>
<li> Potter, Norman, What is a Designer, Hyphen Press, London, 1989</li>
<li> Upshaw, Lynn B., Building Brand Identity, John Wiley &amp; Sons Inc., 1995</li>
<li> Chandradhy, Dwyono, Strategi Strategi Pemasaran di Indonesia, Lembaga Penelitian</li>
<li> Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1984</li>
<li> Ries, Al, The Immutable Laws of Branding, Harper Business, 1998</li>
<li> Farbey, A.D., How to Produce Successful Advertising, Kogan Page Limited, 1994</li>
</ul>
<h3>Penulis :</h3>
<p><strong>Bagus Limandoko</strong><br />
<em>Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra<br />
</em>﻿<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/desain-komunikasi-visual-dan-perilaku-konsumen/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
