<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas</title>
	<atom:link href="http://www.triwibowo.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.triwibowo.com</link>
	<description>Desain Grafis dan Inspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jul 2011 04:06:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
<image>
<link>http://www.triwibowo.com</link>
<url>http://www.triwibowo.com/wp-content/mbp-favicon/Favicon.jpg</url>
<title>Hidup Berkualitas, Tak Sekedar Kuantitas</title>
</image>
		<item>
		<title>Perubahan Warna CMYK Ketika Export PDF di Indesign</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 04:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Desain koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda akan menggunakan gambar CMYK dari Photoshop dalam dokumen InDesign Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Ada sebauh kasus seorang editor produksi di sebuah penerbit buku besar (sebut saja Liz) yang menemukan misteri melibatkan sebuah buku yang ia persiapkan untuk dicetak: gambar CMYK dari Photoshop yang muncul di akhir file PDF tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda akan menggunakan gambar CMYK dari Photoshop dalam dokumen InDesign Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui.<span id="more-1587"></span></p>
<p>Ada sebauh kasus seorang editor produksi di sebuah penerbit buku besar (sebut saja Liz) yang menemukan misteri melibatkan sebuah buku yang ia persiapkan untuk dicetak: gambar CMYK dari Photoshop yang muncul di akhir file PDF tidak menunjukkan angka yang benar. Angka-angka di dalam gambar CMYK itu berubah secara dramatis-misalnya, 80 persen hitam akan berubah menjadi 50 persen hitam dengan sekelompok cyan, kuning, dan magenta.</p>
<p>Ini adalah sebuah bencana. Dimana warna yang semestinya merah darah keluar menjadi merah buram dan black yang pekat menjadi black yang abu-abu atau berbayang.</p>
<h3>CMYK itu Tidaklah Buruk</h3>
<p>Sering kali, seorang profesional kreatif terjebak diantara CMYK atau RGB, ​​masing-masing berdebat dengan model warna tersebut. tapi saya akan katakan disini bahwa kedua model memiliki pro dan kontra, Melakukan konversi RGB ke CMYK di Indesign memiliki kualitas konversi sama persis dengan Photoshop. Ya itu betul, tak masalah jika anda meletakkan gambar RGB di indesign dan mengkonversinya ke CMYK dan mengeksportnya ke PDF. Ketika saya mencetak atau ekspor ini menjadi sebuah penghematan waktu yang hebat. Saya tidak menyarankan untuk menggunakan workflow RGB ke hampir semua orang, karena RGB memiliki keterbatasan .</p>
<p>Misalnya, dalam proyek buku Liz (salah satu yang menyebabkan masalah), sebagian besar gambar yang ditangkap layar komputer cenderung bekerja dengan baik bila dikonversi ke CMYK di Photoshop menggunakan &#8220;max-K&#8221; (maksimum Black) yaitu kurva GCR kustom dengan GCR diatur ke Maksimum, yang menggantikan cyan sebanyak, magenta, dan kuning dengan tinta hitam.</p>
<p>Anda bisa mendapatkan InDesign untuk menggunakan profil Max-K, tetapi tidak ada cara untuk memberitahu InDesign untuk mengkonversi gambar fotografi dengan satu jenis profile. Jadi praktek pertama terbaik adalah mengubah foto di Photoshop.</p>
<p>Ada situasi lain di mana mengkonversi ke CMYK di Photoshop menjadi lebih baik, seperti ketika Anda membuat tweak sedikit hanya pada warna hitam dalam sebuah foto. Cukuplah untuk mengatakan bahwa CMYK adalah tidak buruk, dan Anda tidak perlu merasa buruk jika alur kerja Anda adalah dengan membawa gambar CMYK ke InDesign.</p>
<p>Saya ingin menjelaskan gambar berbasis pixel dalam artikel ini, bukan gambar vektor. Jika Anda membuat grafis di Illustrator yang akan dikirim ke pers, mereka sudah pasti akan berupa CMYK, bukan RGB.</p>
<h3>Embedding Profiles yang Bermasalah</h3>
<p>Katakanlah Anda menyimpan gambar CMYK di Photoshop. Anda memiliki kotak dialog Save As terbuka, dan kemungkinan kotak centang Warna Embedding Profiles tercentang. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda cukup klik Simpan dan melanjutkan dengan itu. Jika secara default, harus menjadi pilihan yang tepat, kan? Belum tentu.</p>
<p>Berikut ini adalah rahasia InDesign: Secara default, InDesign mengabaikan profiles tertanam yang berada pada warna CMYK di sebuah gambar, jadi menambahkan color profiles CMYK saat menyimpan file di Photoshop umumnya tidak perlu. Bahkan, ini dapat membuat file gambar tersebut besar. Menanamkan profil dapat menambah sekitar 750k atau bahkan sebanyak 2 MB.</p>
<p>Ini lebih berbahaya, meskipun InDesign dapat menggunakan profil CMYK tertanam. Dan dalam kasus-kasus tertentu, Anda dapat mengubah nilai CMYK tersebut (kadang secara radikal).</p>
<p>Untuk alasan ini, saya biasanya tidak menanamkan profil di gambar saya yang sudah dikonversi ke CMYK, kecuali Saya tahu bahwa saya perlu mereka ulang warna yang dikelola dalam InDesign (ini sangat jarang), atau saya akan mengedit gambar tersebut lagi nanti di Photoshop atau memberikan gambar tersebut kepada orang lain untuk diedit (hal ini sangat dianjurkan pada pemasang iklan).</p>
<p><strong>Tip</strong>: <em>Untuk menghapus profil tertanam dari gambar CMYK, buka file di Photoshop, buka File&gt; Save As, dan hapus centang Embed Color Profile. Atau, Anda dapat membuka gambar di Photoshop, pilih Edit&gt; Assign Profile, dan pilih Don’t Color Manage This Document. Klik OK dan simpan file.</em></p>
<h3>Cross Rencering yang berbahaya</h3>
<p>Sekali lagi, jika profil tertanam, InDesign mungkin menggunakannya. Itu berarti InDesign mungkin mencoba untuk mengelola warna CMYK, dan mengubah nilai warna dalam upaya untuk membuat warna lebih baik. Misalnya, cyan 50% solid dalam gambar Anda akan berakhir di pers sebagai cyan dengan kuning, magenta, dan mungkin bahkan hitam.</p>
<p>Jika Anda mengkonversi CMYK ke RGB (untuk grafis web, mungkin), ini mungkin diterima. Namun umumnya, jika Anda memiliki gambar yang telah dikonversi ke CMYK menggunakan satu profil CMYK (seperti SWOP), dan Anda mencetak ke ruang CMYK yang berbeda (seperti custom profiles dari printer Anda), Anda mungkin akan mendapatkan diri Anda dalam kesulitan. Ini disebut &#8220;cross-render&#8221; dan itu &#8220;sangat tidak dianjurkan. Paling-paling, mungkin tidak akan meningkatkan kualitas gambar Anda dan yang terburuk, itu akan jadi keruntuhan hari Anda.</p>
<p>Sebaliknya, akan lebih baik untuk mengirim gambar CMYK yang Anda miliki dari photoshop bahkan lebih baik-buka gambar RGB asli, diolah dan save as sebagai profil CMYK yang baru.</p>
<h3>Ketika Warna CMYK Berubah</h3>
<p>Seperti sudah saya katakan, saya biasanya tidak ingin InDesign mengubah nilai CMYK saya.Jadi kembali ke contoh buku Liz. Dalam kasusnya, ia memiliki banyak gambar yang memang memiliki color profile tertanam didalamnya dan warna itu tiba-tiba berubah. Tapi mengapa?</p>
<p>Di sinilah kejadian teknis menjadi masalah. Tapi perlahan-lahan dan Anda akan mengerti di mana perangkap ini dipasang.</p>
<p>Ada beberapa tempat di InDesign mana Anda dapat memberitahu aplikasi untuk berhenti mengabaikan color profile tertanam dan mulai menggunakan mereka untuk cross-render.</p>
<p><strong>Override Defaults</strong><br />
<em>Bila Anda mengimpor gambar CMYK, Anda dapat mengaktifkan kotak centang Show Import Options di kotak dialog. Di Tab Warna kotak dialog opsi impor menawarkan Anda kesempatan untuk memilih profil warna. Tapi sayangnya, antarmukanya cukup membingungkan. Menu Profile pop-up biasanya diset pada Use Document Default, yang berarti mengabaikan setiap profil tertanam! Artinya, &#8220;dokumen&#8221; itu merujuk kepada dokumen InDesign, bukan file yang Anda impor.</em></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6126/5942110080_66bffc6dea.jpg" alt="gambar-satu" width="500" height="322" /></p>
<p>Jika ada profil yang tercantum di atas default, itu berarti ada satu color profile tertanam di dalam gambar. Jika Anda memilih itu, maka anda mengijinkan InDesign untuk menggunakan color profile tertanam tersebut,bukan mengabaikanny. Anda ingin InDesign untuk mengelola warna (cross-render) ini. Anda akan melakukan ini hanya ketika Anda merasa sangat yakin keterampilan Color Management anda.</p>
<p>Daftar profil dibawah tulisan Use Document Default adalah profil khas yang Anda instal di komputer Anda.</p>
<p>Jika Anda telah mengimport gambar ke Indesign, Anda dapat menemukan opsi yang sama dengan meng-klik gambar pada halaman dan memilih Object&gt;Image Color Setting.<br />
Contoh, jika Anda berpikir seseorang memilih untuk menggunakan color profile tertanam dan Anda ingin memberitahu InDesign untuk mengabaikannya, Anda dapat mengatur menu Profile pop-up kembali ke Use Document Default.</p>
<p>Dalam kasus Liz yang misterius, Liz yakin bahwa tidak merasa menggunakan profile tersebut pada gambarnya, tetapi tetap saja Indesign akan menggunakan opsi itu</p>
<p><strong>Preserve Embedded Profiles</strong><br />
<em>Misalkan Anda berada dalam workflow warna, dan Anda benar-benar menyenangi CMYK cross-render untuk beberapa alasan aneh, tetapi Anda menjadi bosan selalu memilih profil tertanam di kotak opsi impor dialog setiap kali Anda mengimpor gambar CMYK. Anda dapat mengubah pengaturan ini di InDesign sehingga akan berhenti mengabaikan profil tertanam. Untuk melakukan ini, Anda perlu pilih Edit&gt; Color Settings dan pilih Preserve Embedded Profiles dari menu pop-up CMYK di kotak dialog Color management Policies.</em></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6128/5942110064_d34693e87a.jpg" alt="gambar-dua" width="500" height="466" /></p>
<p>Color management Policies memungkinkan Anda mengatur color profile default InDesign. Untuk CMYK, Preserve Numbers terbilang aman. Preserve Embedded Profiles sangat baik untuk RGB, tetapi dapat berbahaya bagi CMYK, kecuali jika Anda benar-benar tahu apa yang Anda lakukan.</p>
<p>Sekali lagi, harus jelas, ini berarti Anda menyenangi Cross-Render  dan membuat indesign untuk melakukan itu. Ini sama dengan menggunakan Image Color Setting untuk memilih profil tertanam untuk setiap gambar yang Anda impor.</p>
<p>Menurut pendapat saya, &#8220;Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles)&#8221; akan jauh lebih aman. Ini memberitahu InDesign untuk mengabaikan profil tertanam dalam gambar CMYK (kecuali Anda menimpa itu berdasarkan kasus per kasus, seperti yang saya sebutkan di atas).</p>
<p>Ketika saya bertanya pada Liz tentang kemungkinan ini, dia melakukan hal yang paling jelas di dunia: Dia membuka dokumen, kemudian memilih Edit&gt; Color Settings. Dia kemudian memberitahu saya bahwa Preserve Numbers aktif.</p>
<p>dan Ha Sebuah! rencana &#8220;A&#8221; yang bagus,<strong> tetapi Gagal.</strong></p>
<p>Hal yang paling penting yang perlu Anda ketahui tentang kotak dialog Color Settings adalah bahwa hal itu tidak mencerminkan atau mempengaruhi dokumen yang sedang terbuka, atau dokumen yang telah Anda buat. Ini bertentangan dengan semua intuisi dan harapan. Sebaliknya, kotak dialog hanya menampilkan default untuk dokumen baru anda.</p>
<p>Untuk melihat atau mengubah pengaturan yang berlaku saat dokumen dibuat, Anda perlu tahu trik rahasia. Aku akan memberitahu Anda, tapi pertama-tama saya akan menjelaskan ada satu tempat terakhir di InDesign dimana Anda dapat mengontrol apakah nilai-nilai CMYK akan mengalami cross-render.</p>
<p><strong>Preserve Numbers</strong>. Ketika Anda mencetak atau mengekspor dokumen ke PDF lewat Indesign, Anda memiliki pilihan untuk mengkonversi warna-warna. Pada kotak dialog Export PDF, pilihan ini berada di panel Output yang disebut Color Conversion. Pilihan default yang benar adalah: &#8220;Convert to Destination (Preserve Numbers)&#8221;. Itu berarti Indesign harus meninggalkan nilai-nilai CMYK tanpa perubahan, jika:</p>
<ol>
<li>Gambar Anda tidak memiliki profil tertanam, atau</li>
<li>Gambar Anda memiliki profil tertanam (embedded profile), dan color setting dokumen Anda di set sebagaiPreserve Numbers (Ignore Linked Profiles). Seperti yang kita pelajari sebelumnya, Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles) berarti InDesign harus memperlakukan gambar CMYK seolah-olah mereka tidak memiliki profil tertanam (kecuali Anda secara khusus menimpanya).</li>
</ol>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6144/5942110082_518b9cef37.jpg" alt="gambar-tiga" width="500" height="451" /></p>
<p>Namun, jika Anda memilih Convert to Destination, Anda membuat InDesign untuk mengkonversi semua gambar CMYK ke CMYK (membuatnya cross-render), serta mengubah nilai CMYK. Dalam hal ini, InDesign akan menggunakan embedded profil atau dokumen CMYK default (profil tercantum dalam Color Setting ketika dokumen pertama kali diciptakan). Ini adalah hal yang berbahaya. Saya sangat tidak bisa hal ini.</p>
<p><em>By the way, saya harus menunjukkan bahwa jika tujuan (&#8220;target&#8221;) profil CMYK adalah persis sama dengan profil gambar atau dokumen, maka angka tidak akan berubah. Sebagai contoh, katakanlah gambar diubah dengan profil warna SWOP (punya profil tertanam) lalu InDesign menggunakan profil tersebut, dan kemudian dicetak menggunakan profil SWOP sebagai tujuan. Dalam kasus itu, nilai warna tidak akan berubah karena tidak ada hal seperti cross-render dari SWOP ke SWOP. (seperti &#8220;menerjemahkan bahasa Prancis ke Prancis.&#8221;)</em></p>
<p>Anda memiliki pilihan yang sama dalam kotak dialog Print, pilihannya ada dalam panel Color Management. Pilihan utama adalah Preserve Numbers. Memilih kotak centang adalah sama dengan opsi Preserve Numbers yang dijelaskan di atas. Tidak memilih itu adalah sama dengan menggunakan Convert to destination.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6129/5942110070_8375ddc94f.jpg" alt="gambar-empat" width="500" height="480" /></p>
<h3>Apa Profil Anda?</h3>
<p>Liz bingung. Dia bisa tahu bahwa warna itu berubah dengan membuka PDF di Acrobat Pro dan melihat di panel Pratinjau output. (Anda bisa mendapatkan umpan balik yang sama dengan menempatkan kembali PDF ke InDesign dan menggunakan &#8220;colorimeter&#8221; di panel Separations Preview ) Dia tahu gambar telah tertanam profil, tapi setelah diperiksa berkali-kali ia menggunakan Preserve Numbers saat membuat file PDF. Mengapa InDesign selalu cross-render?</p>
<p>Petunjuk pertama muncul ketika kami memilih gambar dan memilih Pengaturan Object &gt; Image Color Settings. Embedded profile dipilih! Jika buka orang yang melakukannya secara manual, lalu bagaimana itu terjadi?</p>
<p>Saat memikirkan itu, saya dipanggil ahli bahasa script maven Olav Martin Kvern untuk menulis naskah pendek tentang pengaturan ulang semua Image Color Settings menjadi Use Document Default. Namun, Liz ingin sampai ke dasar masalah, bukan hanya menjalankan script.</p>
<p>Seperti yang kita pelajari sebelumnya, jika InDesign membiarkanprofil tertanam semua gambar Anda ditempatkan bebas, maka mungkin masalahnya ada pada Color Settings Policies. Membuka Color Settibs tidak akan memberitahu anda default color settings dokumen, jadi bagaimana Anda mencari tahu?</p>
<p><strong>Berikut trik rahasia:</strong></p>
<ol>
<li>Pilih Edit &gt; Color Settings dan aktifkan &#8220;Profile Mismatches: Ask When Opening&#8221; di kotak centang. Juga, pastikan bahwa kebijakan CMYK diatur ke Preserve Numbers (Ignore Linked Profiles).</li>
<li>Jika dokumen yang ingin Anda periksa terbuka, tutuplah. Sekarang buka kembali.</li>
<li>Jika kebijakan warna dokumen asal berbeda dari konfigurasi baru pada Pengaturan Warna, Anda akan mendapatkan kotak dialog ketidakcocokan (mismatches). Kotak dialog pertama Anda akan melihat ketidakcocokan RGB. Biarkan set &#8220;Leave the document as is&#8221; dan klik OK.</li>
<li>Sekarang InDesign menampilkan ketidakcocokan CMYK.Ini adalah satu-satunya tempat di mana Anda dapat melihat kebijakan dokumen dan profiles awal dokumen tersebut. Dalam kasus Liz, dia akhirnya bisa melihat bahwa kebijakan CMYK telah diatur ke Preserve Embedded Profiles! Misteripun terpecahkan.</li>
<li>Untuk mengubah kebijakan ini, pilih &#8220;Adjust the document to match current color settings&#8221;. Untuk memaksa InDesign mengabaikan semua profil gambar yang tertanam, pilih Disable All Profiles dari menu pop-up Placed Content.</li>
</ol>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6029/5942110076_d686a7f0d4.jpg" alt="gambar-lima" width="489" height="362" /></p>
<p>Ketika Anda mengklik OK, InDesign mengkonfigurasi ulang dokumen. Untuk Liz, itu berarti semua gambar berhenti cross render dan dia bisa meneruskan bisnisnya.</p>
<p>BRAVOOO</p>
<p>Sejujurnya, akan saya sederhanakan situasi Liz. Setiap publikasi terikat untuk mengatur sendiri masalah masing-masing, sering didasarkan pada persyaratan printer. Kasus ini tidak berbeda. Buku ini berisi kombinasi warna gambar fotografi dan screencapture. Ini harus dikirim ke printer sebagai file PDF, tetapi PDF harus diciptakan dengan menjalankan sebuah file PostScript (yang menggunakan Cetak custom preset dan file PPD custom) melalui Adobe Distiller (menggunakan file Custom joboptions). Semuanya memberi saya sakit kepala dan pusing hanya untuk mempertimbangkan hal itu.</p>
<p>Namun, tidak peduli berapapun beratnya pekerjaan itu, Anda harus selalu terus kembali ke dasar. Memahami bagaimana, mengapa, dan kapan pengaturan manajemen warna, kebijakan, dan terkadang mengesampingkan hal-hal tertentu untuk memecahkan misteri seputar warna dan menyelamatkan hari-hari anda.</p>
<p>Ditulis oleh <a href="http://indesignsecrets.com/author/david" target="_blank">David Blatner</a><br />
Translate oleh Tri Wibowo<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/perubahan-warna-cmyk-ketika-export-pdf-di-indesign/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengolah Foto Untuk Pencetakan Koran</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 02:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1580</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mencetak warna CMYK (4 warna) sebuah foto di kertas koran, tetapi mereka terlihat besar, gelap atau malah kabur? ada solusi untuk anda selain menggunakan fasilitas auto-brightness, contrast, sharpen selections coba langkah-langkah profesional berikut : Saya yakin anda pasti lebih senang untuk membicarakan tentang membuat gambar naga keren yang sedang melemparkan api dari tenggorokan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mencetak warna CMYK (4 warna) sebuah foto di kertas koran, tetapi mereka terlihat besar, gelap atau malah kabur? ada solusi untuk anda selain menggunakan fasilitas auto-brightness, contrast, <span id="more-1580"></span>sharpen selections coba langkah-langkah profesional berikut :</p>
<p>Saya yakin anda pasti lebih senang untuk membicarakan tentang membuat gambar naga keren yang sedang melemparkan api dari tenggorokan dengan badai di cakrawala serta latar belakang yang spektakuler menggunakan Photoshop. Namun kali ini kita akan berbicara tentang sesuatu yang sedikit lebih biasa, saya kira, untuk beberapa, dan mungkin menarik untuk orang lain: menyesuaikan foto untuk pencetakan dalam publikasi Anda . Hal ini penting! ini berdasarkan pada pencetakan koran, jadi jika Anda memiliki majalah atau halaman Web maka saran-saran berikut tidak akan benar-benar berlaku.</p>
<h4>Langkah 1. Open File</h4>
<p>Buka gambar Anda. Ini mungkin dari scan atau gambar digital. Buka program Photoshop. Semakin besar gambar yang Anda mulai akan semakin baik tapi hati-hati dengan berapa banyak ruang hardisk Anda.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6009/5941876796_6d752ab7f6.jpg" alt="PB300164" width="500" height="446" /></p>
<h4>Langkah 2. Gunakan Image&gt;Image Size</h4>
<p>Untuk merubah ukuran foto yang Anda inginkan, gunakan resolusi 170 dpi (ini sangat pas untuk koran yang memiliki 85 Lpi. Selain itu resolusi ini lebih memudahkan untuk gambar berukuran kecil agar tidak terlalu pecah dibandingkan resolusi 200 atau lebih yang cuma membuang waktu dan &#8220;mengendutkan&#8221; file size anda.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6030/5941298043_4992728e07.jpg" alt="Image-Size" width="398" height="363" /></p>
<h4>Catatan: 2 Brightness dan Contrast</h4>
<p>Langkah berikutnya fokus pada brightness dan kejernihan brightness. Dalam mencetak koran foto yang anda gunakan harus memiliki cahaya, foto cerah  dan gunakan dot gain 20%.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6145/5941298035_40a7fe8dcb.jpg" alt="Brightness" width="341" height="159" /></p>
<h4>Langkah 3. Image&gt;adjust&gt;Levels</h4>
<p>Pastikan Anda mengolah foto Anda dalam mode RGB sampai Anda selesai setelah itu ubah mereka ke mode CMYK. Double klik white point di kotak Curves dan tetapkan CMYK pada 0,0,0,0 dan Black Point pada 100% hitam atau bisa juga menggunakan campuran C=63, M=53, Y=53, K=93 atau variasi di jangkauan terdekat.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6025/5941298053_942a804523.jpg" alt="Levels" width="414" height="380" /></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6138/5941298065_3129d18418.jpg" alt="Levels2" width="500" height="339" /></p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6023/5941876788_3247feea67.jpg" alt="Levels3" width="500" height="338" /></p>
<h4>Langkah 4. Image&gt;adjust&gt;Curves</h4>
<p>Pastikan titik putih (di bawah grafik pada kotak dialog Curves) berada di posisi ke kiri (klik pada panah memindahkan mereka tengah kanan atau kiri) dan tarik garis kurva turun di tengah perlahan sampai Anda melihat foto Anda ringan tanpa menjadi keruh atau &#8220;berlumpur&#8221;. Kadang-kadang ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Kadang foto terlihat keruh jika Anda menarik garis kurva turun terlalu jauh.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6001/5941298041_51bf989c1a.jpg" alt="Curves" width="428" height="500" /></p>
<h4>Langkah 5. Filter&gt; Unsharp Mask</h4>
<p>Ini adalah filter yang benar-benar menarik untuk membuat foto Anda terlihat garing dan renyah (kue kali&#8217;). Gerakkan slider untuk sampai angka 180, Radius:2, Threshold:2 (Anda juga dapat meletakkan slider yang lebih rendah).</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6143/5941876804_aa40c9c5c0.jpg" alt="Unsharp-Mask" width="330" height="429" /></p>
<h4>Langkah 6.Convert to CMYK</h4>
<p>Jika Anda senang dengan olahan anda ubah gambar ke CMYK Image&gt;mode&gt;CMYK color.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6134/5941298039_61e8113f75.jpg" alt="CMYK" width="372" height="383" /></p>
<p>tekan Save dan walah! Naga anda siap untuk dicetak di koran yang buram&#8230;.</p>
<p><img src="http://farm7.static.flickr.com/6030/5941876798_c50713bec5.jpg" alt="PB3001642" width="500" height="375" /></p>
<p>Artikel oleh <a href="http://contributor.yahoo.com/user/88844/pj_kincaid.html" target="_blank">pj kincaid&#8217;s</a><br />
Translate oleh Tri Wibowo<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/mengolah-foto-untuk-pencetakan-koran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permudah Tabel Anda Dengan Tab : Indesign CS3</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/permudah-tabel-anda-dengan-tab-indesign-cs3</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/permudah-tabel-anda-dengan-tab-indesign-cs3#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:17:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1576</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian layouter kebanyakan akan mengeluh jika harus berhadapan dengan pembuatan tabel. Dikarenakan waktu dan pembuatannya yang lebih rumit dibandingkan dengan mendekorasi Text. Sebenarnya pembuatan tabel itu tidaklah begitu sulit jika kita tahu cara pembuatannya dengan menggunakan tool Tab pada indesign. Mari saya perkenalkan tools menarik ini: Place data tabel anda. Biasanya tabulasi dan data yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian layouter kebanyakan akan mengeluh jika harus berhadapan dengan pembuatan tabel. Dikarenakan waktu dan pembuatannya yang lebih rumit dibandingkan dengan mendekorasi Text.<span id="more-1576"></span><br />
Sebenarnya pembuatan tabel itu tidaklah begitu sulit jika kita tahu cara pembuatannya dengan menggunakan tool Tab pada indesign. Mari saya perkenalkan tools menarik ini:</p>
<p>Place data tabel anda. Biasanya tabulasi dan data yang dipanggil sangat berantakan seperti gambar dibawah ini</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5262/5819548883_c1ac2188a3.jpg" alt="Tab1" width="500" height="294" /></p>
<p>Letakkan kursor di tempat antara kata keterangan satu dengan kata keterangan yang lain lalu tekan tab</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2554/5819548991_c6062f5e8b.jpg" alt="Tab2" width="500" height="247" /></p>
<p>Klik text data anda dan tekan Ctrl+A lalu buka Type&#8211;&gt;Tabs atau tekan Shift+Ctrl+T. Mainkan tabulasi antar jarak seperti yang anda inginkan. Berdasarkan keterangan dibawah ini</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2052/5819549193_4f14893940.jpg" alt="Tab3" width="500" height="253" /></p>
<p>Nah ini dia hasilnya</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5270/5820111834_e34d03d6a7.jpg" alt="Tab4" width="500" height="265" /></p>
<p>Selain itu bisa anda tambahkan grafis atau kotak-kotak warna sesuai yang anda inginkan&#8230;.selamat mencoba</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2178/5820112628_cde5c61a29.jpg" alt="Hasil-Jadi" width="500" height="241" /><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/permudah-tabel-anda-dengan-tab-indesign-cs3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperbaiki File Indesign dari Recovery File yang Gagal</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/memperbaiki-file-indesign-dari-recovery-file-yang-gagal</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/memperbaiki-file-indesign-dari-recovery-file-yang-gagal#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 04:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Triks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1573</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana jika kita sedang melayout menggunakan Indesign, lalu tiba-tiba listrik padam dan pekerjaan kita di Indesign belum kita simpan. Tentu akan membuat kesal, tetapi kita jangan khawatir karena di Indesign ada fasilitas Recovery yang mengembalikan file yang sedang kita kerjakan kembali utuh. Namun fasilitas Recovery ini terkadang tidak begitu efektif. Karena terkadang ada beberapa file [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana jika kita sedang melayout menggunakan Indesign, lalu tiba-tiba listrik padam dan pekerjaan kita di Indesign belum kita simpan<span id="more-1573"></span>. Tentu akan membuat kesal, tetapi kita jangan khawatir karena di Indesign ada fasilitas Recovery yang mengembalikan file yang sedang kita kerjakan kembali utuh.</p>
<p>Namun fasilitas Recovery ini terkadang tidak begitu efektif. Karena terkadang ada beberapa file yang tidak bisa di-Recovery dan membuat indesign kita crash saat kita membuka software ini. Ada tips jitu untuk mengatasi hal tersebut:</p>
<p>Pertama-tama <strong>Exit</strong> dari <strong>Indesign</strong> dan bukalah <strong>Windows Explorer</strong>. Cari dimana letak file yang tercorrupt tersebut maka anda akan menemukan dua file indesign, file pertama adalah file Indesign itu sendiri dan satunya adalah file hasil recovery yang ter-corrupted. <strong>Delete</strong>lah file yang ter-Corrupted tersebut. Pindahkan file Indesign yang asli ke Folder yang berbeda</p>
<p><a title="corrupted1 by Tri Wibowo, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/22879822@N06/5795172647/"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5067/5795172647_450af6a304_m.jpg" alt="corrupted1" width="223" height="140" /></a></p>
<p>Buka Indesign anda jika ada menu pilihan untuk mengaktifkan file Recovery anda maka kliklah No. Buka <strong>File&#8211;&gt;Open</strong> dan cari file asli yang anda pindahkan tadi.</p>
<p>Insya Allah file anda yang rusak bisa kembali seperti semula dan jangan lupa untuk di Save kembali atau lebih baik di Save As.<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/memperbaiki-file-indesign-dari-recovery-file-yang-gagal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Triks Layout Text Wrap Cropping</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/triks-layout-text-wrap-cropping</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/triks-layout-text-wrap-cropping#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 04:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Desain Grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Text Wrap]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Triks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya akan menunjukkan trik membuat layout yang memberikan nuansa berbeda pada foto yang di Text Wrap dengan background yang memiliki Tint yang tipis. Trik ini mungkin bisa dilakukan di Photoshop atau Illustrator. Tetapi trik ini murni dilakukan oleh Indesign. Mari kita mulai&#8230;. Pertama-tama Place photo yang diinginkan ke Indesign, lalu copy Photo tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya akan menunjukkan trik membuat layout yang memberikan nuansa berbeda pada foto<span id="more-1567"></span> yang di <strong>Text Wrap dengan background yang memiliki Tint yang tipis</strong>. Trik ini mungkin bisa dilakukan di Photoshop atau Illustrator. Tetapi trik ini murni dilakukan oleh Indesign. Mari kita mulai&#8230;.</p>
<p>Pertama-tama <strong>Place</strong> photo yang diinginkan ke Indesign, lalu <strong>copy Photo</strong> tersebut dan <strong>Paste in Place</strong><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3337/5795648400_74cfac9ea7.jpg" alt="Wrap1" width="242" height="500" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5031/5795648264_de9a6f148b.jpg" alt="Wrap2" width="498" height="500" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2508/5795089641_01aa77c2b6.jpg" alt="Wrap3" width="500" height="419" /></p>
<p>Klik <strong>Rectangle Tool</strong> dan buatlah kotak di foto tetapi jangan sampai mengenai foto (garis diluar Photo)</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3393/5795648860_1db8bc234a.jpg" alt="Wrap4" width="453" height="500" /></p>
<p>Klik <strong>Pen Tool</strong> lalu buatlah Path disepanjang tubuh karakter yang ingin di <strong>Text Wrap</strong></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3285/5795090131_95f9092774.jpg" alt="Wrap5" width="498" height="500" /></p>
<p>Setelah selesai klik kotak hasil<strong> Rectangle Tool</strong> dan <strong>Text Wrap</strong> karakter lalu buka tool <strong>Pathfinder</strong> dan klik <strong>Substract</strong></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3356/5795649260_31190cc697.jpg" alt="Wrap6" width="500" height="459" /></p>
<p>Setelah itu Klik hasil <strong>Substract</strong> tersebut dan klik Photo (hasil <strong>Paste in Place</strong>) dan klik kembali Substract pada tool Pathfinder.<br />
Maka gambar telah terpotong dan menjadi dua yaitu Photo yang telah  dicroping (depan) dengan foto yang masih lengkap atau tidak tercroping  (belakang).</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2046/5795649470_e6e7a1ab55.jpg" alt="Wrap7" width="500" height="409" /></p>
<p>Lalu klik Photo yang tidak tercroping (belakang) tersebut dan Klik <strong>Object&#8211;&gt;Effects&#8211;&gt;Gradient Feather</strong>. Pastikan <strong>High Quality Display</strong> aktif. Maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2782/5795649590_30f58947ac.jpg" alt="Wrap8" width="500" height="300" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5227/5795649672_b8647bd7d7.jpg" alt="Wrap9" width="274" height="120" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2054/5795090897_94bb4344c4.jpg" alt="Wrap10" width="500" height="479" /></p>
<p>Langkah berikutnya klik Photo yang telah dicroping (depan) dan buka menu Text Wrap. Buatlah<strong> Text Wrap</strong> sesuai dengan keinginan anda.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5320/5795650034_7e19c76123.jpg" alt="Wrap11" width="457" height="500" /></p>
<p>Langkah terakhir Place file text dan WALLLAAAAHHH Layout anda akan jadi lebih menarik lagi&#8230;.selamat mencoba.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5075/5795650488_57d5992d3f.jpg" alt="Wrap12" width="500" height="425" /><br />
<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/triks-layout-text-wrap-cropping/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meminimalkan Masalah Font di Indesign CS3</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/meminimalkan-masalah-font-di-indesign-cs3</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/meminimalkan-masalah-font-di-indesign-cs3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 01:54:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Desain koran]]></category>
		<category><![CDATA[font]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[vektor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1549</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda bekerja di dunia printing, satu hal yang selalu akan menjadi pertimbangan penting adalah font/huruf. Hal-hal aneh bisa terjadi dengan teks saat melewati proses pencetakan. Pada artikel ini, saya ingin berbagi dari pengalaman saya sendiri untuk menawarkan beberapa saran untuk membantu mengurangi masalah ini. Kita tidak berbicara banyak tentang desain cetak di sini, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda bekerja di dunia printing, satu hal yang selalu akan menjadi pertimbangan penting adalah font/huruf. Hal-hal aneh bisa terjadi dengan teks saat melewati proses pencetakan. <span id="more-1549"></span>Pada artikel ini, saya ingin berbagi dari pengalaman saya sendiri untuk menawarkan beberapa saran untuk membantu mengurangi masalah ini.  Kita tidak berbicara banyak tentang desain cetak di sini, di Echo Enduring Blog.</p>
<p>Saya kira itu mungkin karena sekitar 75% dari apa yang saya lakukan adalah melakukan jenis pekerjaan web &#8211; membuat desain web komposit di Photoshop, lalu mebagi mereka menjadi HTML dan CSS, menulis JavaScript dan jQuery atau coding Facebook PHP dibelakangnya. Karena semua itu, tampaknya desain web mendapat perhatian besar di sini.  Saya tidak melihat perubahan terlalu banyak, tapi sesekali saya ingin membawa Anda pada sesuatu yang sedikit berbeda dan berbicara tentang hal-hal dari dunia yang besar dan indah pada dunia cetak. Jadi, hari ini, saya ingin menawarkan beberapa petunjuk sederhana untuk membantu mengurangi masalah font ketika Anda sedang mempersiapkan karya untuk dikirimkan dan dicetak.</p>
<h2>Masalah Font</h2>
<p>Saya memahami dasar-dasar pencetakan. Saya tahu bagaimana tinta cyan, magenta, kuning dan hitam bekerja sama untuk menciptakan warna, dan bagaimana sebenarnya warna tambahan dapat ditambahkan untuk memperluas spektrum warna. Untuk tingkat tertentu, aku bahkan memiliki pemahaman dasar bagaimana jenis pekerjaan ini sedikit menekan.  Aku yakin semua itu bukanlah sebuah proses yang kompleks, tapi sepertinya saya tidak terlalu memahami persis cara kerjanya.</p>
<p>Saya tidak yakin apakah itu salah operator, perangkat lunak atau masalah hardware (mesin cetak), tetapi sudah ada lebih dari beberapa contoh di mana saya telah mengirimkan file ke printer, hanya untuk mendapatkan tulisan aneh (atau bahkan hanya berbintik) pada hampir semua jenis font yang saya gunakan, aneh, atau ini sebuah anomali kesalahan ketik.  Penyebab stres saat ini biasanya kembali ke masalah font.</p>
<p>Entah printer yang tidak memiliki font, tidak kompatibel dengan komputer mereka (mungkin warisan Windows / Mac yang tak selesai-selesai), atau karena alasan font yang tidak &#8220;akrab&#8221; dengan software file ripping. Apapun masalahnya, sesuatu perlu dilakukan untuk memperbaiki masalah ini.  Secara umum, saya telah menemukan bahwa ada tiga cara yang berbeda:</p>
<h2>1. Riping kembali</h2>
<p>Mungkin tidak terdengar seperti sebuah solusi, tapi kadang-kadang ini adalah tempat terbaik untuk memulai. Terkadang jalur pengiriman ke mesin Ripping tidak berjalan dengan sempurna. Saya sering menemukan beberapa kasus dimana pengiriman kembali bisa menyempurnakan font yang saya gunakan, terkadang aneh tapi anggaplah ini sebuah cacat sementara dalam dunia mesin</p>
<h2>2. Kirim Font yang digunakan</h2>
<p>Kadang-kadang masalah hanya bisa muncul bila printer tidak memiliki font yang dibutuhkan, terutama jika jenis font yang tidak tertanam dalam PDF. Solusi yang jelas untuk masalah ini adalah mengirim file font ke printer atau operator mesin RIP  Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Anda dapat mengirim file font dengan email, burning ke CD beserta file Indd, foto, font, dan segala link-link yang ada.</p>
<p>Tetapi hal ini juga bisa merepotkan tenaga ripping disana. Bagaimana jika mereka juga mesti me-mounting atau pekerjaan double lain?  Jika Anda menggunakan aplikasi tata letak halaman seperti InDesign, pilihan lain akan selalu ada dengan menggunakan paket atau fungsi preflight. Dalam InDesign (saya tidak yakin tentang QuarkXPress), fasilitas ini akan membuat folder baru dengan semua sumber daya yang diperlukan (font, gambar, file indesign, serta link-link EPS) Anda dan kemudian mengirim dari seluruh paket langsung ke printer Anda.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm6.static.flickr.com/5083/5259038183_1731776aeb.jpg" alt="package-files" width="500" height="175" /></p>
<p>Tentu saja, Anda masih perlu menyadari tentang perizinan font. Dalam banyak kasus Anda mungkin tidak memiliki hak untuk mendistribusikan file font, jadi jika Anda mengirim ke printer, Anda mungkin mendapatkan semacam perjanjian tertulis bahwa mereka akan menggunakan file hanya untuk pencetakan, dan menghapusnya setelah pekerjaan selesai.</p>
<h2>3. Konversikan font menjadi vektor</h2>
<p>Solusi ketiga (dan mungkin paling efektif) untuk masalah ini, dan cara yang paling bagus untuk mengatasi kasus ini, adalah dengan mengambil keuntungan dari sifat alami font digital saat ini. Pada dasarnya, font modern hanyalah kumpulan mesin terbang berbagai berbasis vektor, masing-masing mewakili karakter tekstual tertentu (huruf, angka, tanda baca dll). vektor ini memungkinkan huruf untuk diubah dengan begitu mudah.  Baik InDesign maupun Illustrator memungkinkan Anda untuk menggunakan trik yang sederhana ini.</p>
<p>Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa ketika Anda melakukan ini &#8220;teks&#8221; ini tidak teks lagi sama sekali, tetapi hanya serangkaian bentuk gambar, dan karena itu tidak bisa lagi untuk diedit dengan alat teks biasa. Menarik bukan?.</p>
<p>Font Klavika di sebelah atas adalah teks yang sebenarnya, sedangkan Klavika di bawah adalah hasil konversi menjadi gambar vektor.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://farm6.static.flickr.com/5167/5259038433_6abf4dde6c.jpg" alt="klavika" width="500" height="295" /></p>
<p>Di satu sisi, karena teks dikonversi menjadi bentuk vektor, itu menjadikannya sepenuhnya independen dari berbagai jenis file font. Anda dapat memindahkan file dari satu komputer ke komputer lain dan, selama keduanya mengandung perangkat lunak untuk membuat vektor, Anda akan melihat bahwa tidak ada perbedaan dalam karya seni, meskipun mesin kedua tidak mungkin memiliki font asli untuk diinstal.  Hal yang sama juga berlaku untuk printer Anda, yang membuat ini salah satu teknik favorit saya ketika berjalan melalui tahap prepress (meskipun saya akui bahwa saya tidak selalu menggunakannya).</p>
<p>Dengan mengubah teks menjadi vektor, saya dapat yakin bahwa tidak akan ada masalah font lagi ketika karya seni tersebut &#8220;dirobek&#8221; oleh printer.  Tentu saja, ini juga berarti saya harus sangat berhati-hati. Setelah teks saya ubah, tidak ada cara lain lagi untuk mengkonversinya menjadi teks biasa. Karena itu saya selalu melakukan konversi pada menit terakhir. Sekali divektor, tetap tervektor  Dengan demikian, Anda akan selalu ingin menyimpan salinan aktif teks Anda sehingga jika Anda dapat kembali ke sana Anda akan dapat melakukan perubahan.</p>
<h2>Bagaimana dengan project besar ?</h2>
<p>Contohnya koran atau majalah. Jenis layout ini memiliki ukuran yang besar dan font yang digunakan juga banyak. Mengkonversinya akan membuat komputer anda berteriak, bahkan jika anda memiliki graphic card yang canggih, 6 core prosesor dan 8 Gb memory. Untuk itu atasilah dengan fasilitas layer pada Indesign</p>
<h2>Kelompokkan semua teks pada satu layer</h2>
<p>Menjaga semua teks Anda pada lapisan yang terpisah akan memungkinkan Anda untuk memilih antara teks berita, judul, dan image dengan cepat dan mudah. Kemudian, ketika Anda siap untuk melakukan konversi Anda, kunci setiap lapisan lain dan hanya semuanya pilih pada spread. Anda dapat melakukan ini dengan drag mouse sederhana dari tool pilih, atau Anda dapat melakukannya dengan sangat cepat dengan menekan Command-A (PC: Ctrl-A). Kemudian pilih Jenis font lalu gunakan Shift-Command-O (PC: Ctrl-Shift-O) pintas untuk mengubah semua teks yang dipilih ke bentuk vektor.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5289/5259646614_e2d97da50e.jpg" alt="textlayer" width="500" height="175" /></p>
<p>Memang, jika Anda memiliki dokumen dengan puluhan atau ratusan halaman, ini masih bisa menjadi proses yang intensif, tetapi masih akan lebih cepat dan lebih efisien daripada memilih semua teks secara manual.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Cara apapun yang Anda gunakan, masalah-masalah font aneh yang merayap dari waktu ke waktu dalam pekerjaan cetak pasti membuat frustasi. Tentu saja, tidak ada jaminan untuk itu.Bagaimana dengan Anda? Apa jenis teknik yang Anda gunakan untuk meminimalkan masalah font ketika mempersiapkan karya seni Anda untuk dicetak?</p>
<p>Translate by Tri Wibowo</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1548" href="http://www.triwibowo.com/meminimalkan-masalah-font-di-indesign-cs3/matt-ward"><img class="alignleft size-full wp-image-1548" style="margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="Matt-Ward" src="http://www.triwibowo.com/wp-content/uploads//2010/12/Matt-Ward.jpg" alt="" width="94" height="94" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>Matt Ward</strong> adalah seorang Artist Digital bebas yang bekerja pada Echo Enduring Media, pakar dalam hal desain grafis dan menulis. Beliau juga Direktur <a href="http://www.hiland.com/" target="_blank">Highland Marketing</a> di Waterloo, Ontario.</p>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/meminimalkan-masalah-font-di-indesign-cs3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Halaman Koran dengan Indesign CS3</title>
		<link>http://www.triwibowo.com/membuat-halaman-koran-dengan-indesign-cs3</link>
		<comments>http://www.triwibowo.com/membuat-halaman-koran-dengan-indesign-cs3#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2010 03:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Adobe Indesign]]></category>
		<category><![CDATA[Desain koran]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.triwibowo.com/?p=1540</guid>
		<description><![CDATA[Adobe InDesign adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku (wikipedia). Software ini adalah kompetitor langsung dari QuarkXPress. Dulu sebelum Adobe Indesign muncul, sebuah software serupa yaitu Adobe Pagemaker pernah merajai dunia publishing. Kebanyakan pengguna indesign adalah para desainer dan artis, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adobe InDesign</strong> adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku (wikipedia).<span id="more-1540"></span> Software ini adalah kompetitor langsung dari QuarkXPress. Dulu sebelum Adobe Indesign muncul, sebuah software serupa yaitu Adobe Pagemaker pernah merajai dunia publishing. Kebanyakan pengguna indesign adalah para desainer dan artis, layouter, newspaper pre-press dan para visual desainer.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5284/5255982301_f453a4e922.jpg" alt="junglepost" width="500" height="289" /></p>
<p>Berikut akan saya paparkan tutorial membuat halaman depan sebuah koran:<br />
Bukalah document baru dengan mengklik <strong>File-New-Document</strong> atau tekan <strong>Ctrl-N</strong>. Hilangkan tanda centang pada Facing Pages. Set ukuran custom dengan lebar (width) <strong>32,5 cm</strong> dan panjang (height) <strong>54 cm</strong>. isi Columns 1, Gutter 0. Sedangkan Margin 0. (ukuran tergantung dari masing-masing koran).</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5090/5255980733_a1a23b9869.jpg" alt="newdocument" width="500" height="371" /></p>
<p>Berikutnya bukalah menu Columns. Isi Columns sesuai dengan keinginan misal 7 dan Gutter 0,4 cm (Gutter adalah jarak antar kolom/columns). Akan lebih baik jika kolom dibuat di master page agar jika sewaktu-waktu kolom berubah kita bisa mengembalikannya pada posisi semula. Untuk membuka page master kliklah bagian kanan bawah pada lembar kerja Indesign.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5087/5256011229_cf048b7b47.jpg" alt="kolom" width="500" height="207" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5043/5256592548_3902b6e207_m.jpg" alt="masterpage" width="240" height="146" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5124/5256593278_2337e6315a.jpg" alt="page" width="500" height="265" /></p>
<p>Kembalilah pada halaman 1 (diatas master page). Sekarang kita akan membuat nama koran kita, misal Jungle Post. Pemilihan font bisa bermacam-macam tergantung kesepakatan redaksi dengan kerjasama tim artistik. Pada desain frontpage classic jenis font blackletter atau Gothic paling sering digunakan, contohnya <strong>Washington Post, Montgomery atau Los Angeles Times</strong>. Sedangkan koran modern banyak menggunakan font jenis Sans atau Serif contohnya <strong>Decatur, Times, News Journal</strong>. Atau bahkan terkadang kombinasi keduanya.</p>
<h2>Koran-koran desain lama:</h2>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5209/5255981631_b100240e10.jpg" alt="montgomery" width="500" height="160" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5169/5256593590_fcefb638dd.jpg" alt="washington" width="500" height="154" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5122/5256593752_608646766e.jpg" alt="losageles" width="500" height="123" /></p>
<h2>Desain koran Modern:</h2>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5081/5256594454_25e68e62ec.jpg" alt="newsjournal" width="500" height="155" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5245/5255981921_1d3a7b9b4b.jpg" alt="decatur" width="500" height="84" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5209/5256594114_ea616fa25f.jpg" alt="times" width="500" height="126" /></p>
<p>Pada Headnews (kepala koran) berikan huruf dengan ukuran yang besar dan menonjol diantara informasi-informasi lainnya seperti tanggal, nomor halaman, informasi berlangganan, harga eceran dan lain-lain.</p>
<p>Berikutnya adalah menetapkan color setting Adobe Photoshop ke Indesign agar color management dapat diterapkan tanpa adanya cacat warna. Selain 2 program tersebut penyetingan color setting juga perlu dilakukan untuk software adobe lainnya yang dibutuhkan dalam alur pembuatan halaman koran. Seperti Adobe Illustrator, Adobe Reader dll.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5081/5259474540_6ea0492685.jpg" alt="colorsetting2" width="500" height="462" /></p>
<p><a title="colorsetting1 by Tri Wibowo, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/22879822@N06/5259473172/"><img src="http://farm6.static.flickr.com/5202/5259473172_6a7a0fb928.jpg" alt="colorsetting1" width="500" height="636" /></a></p>
<p>Pada Adobe Photoshop klik Edit-Color Settings (sama pada Indesign dan Illustrator). Untuk settingan default anda akan temui Settingan dari North America General Purpose 2. Biasanya Color Settings diatur dengan menyesuaikan mesin cetak yang digunakan masing-masing koran. Bahkan mesin film Agfa atau Software RIP seperti EagleRIP mesti menyesuaikan settingan Color Settings yang berasal dari komputer pre-press.</p>
<h2>Mencegah Terjadinya Cacat Desain Koran Akibat Fasilitas Effect Indesign CS3</h2>
<p>Pada Indesign CS3 terdapat effect-effect Photoshop yang disertakan. Seperti Drop Shadow, Feather, Clipping Path. Ada juga fasilitas Illustrator yang disertakan seperti Pathfinder, Transform bahkan Pentool. Nah, terkadang fasilitas ini tidak akrab dengan Software pembuat file PDF seperti Adobe Reader. Sehingga software EagleRIP membuat font default pada font yang tidak dikenalnya atau ruang blank/kosong pada gambar yang memiliki effect-effect dari Indesign. Hal ini membuat para layouter bersusah payah mengedit gambar di Photoshop walau hanya untuk memberi effect Drop Shadow.</p>
<p>Jelas ini kurang praktis. Ada trik khusus untuk mengatasi kasus seperti ini. Caranya adalah menggunakan fasilitas Transparency Flattener Presets yang ada di Edit-Transparency Flattener Presets&#8230;Klik New lalu buat settingan seperti pada gambar dibawah.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5170/5259475240_a2d1a9c608.jpg" alt="flattener2" width="500" height="404" /></p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5049/5259474732_27f1d04a11.jpg" alt="flattener" width="500" height="252" /></p>
<p>Selanjutnya pada saat membuat file PDF tambahkan judul Transparency Flattener tadi ke menu Advanced pada Transparency Flattener-preset. Maka semua effect akan dianggap image oleh EagleRIP.</p>
<p><img src="http://farm6.static.flickr.com/5285/5258867173_e7577279a2.jpg" alt="pdfsetting" width="500" height="450" /></p>
<p>Nah sekian dulu tips and trik cara membuat halaman koran. Mungkin judul tutorial ini kurang pas dengan isinya, tetapi tidak ada ilmu pasti dalam mendesain koran, semua layout itu bagus, hanya saja berhasilkah anda membawa pembaca untuk memahami alur berita yang disajikan. Layout yang baik adalah tidak membingungkan pembaca, hingga dalam sepersekian detik pembaca langsung memahami yang mana judul berita, beritanya, foto beritanya serta keterangan foto. Sedangkan grafis informasi hanya mempertegas informasi berita agar berita tersampaikan dengan lebih jelas<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.triwibowo.com/membuat-halaman-koran-dengan-indesign-cs3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

