Tanggal satu kemarin aku menerima bonus dari kantorku. Bonus yang tak terbagikan sejak awal tahun, bonus yang selalu menjadi bahan pembicaraan yang hangat di Friendster, Facebook, Mail Everyone dan di chat room.
Kenapa? karena memang bonus udah menjadi sebuah janji perusahaan kepada karyawan baik yang berprestasi maupun yang kurang berprestasi. Bonus sekarang sudah menjadi sebuah upah tambahan bagi kami yang sudah mengabdi sedemikian rupa kepada perusahaan. Seperti sebuah ucapan terima kasih yang nilainya sangat berarti bagi kami para karyawan.

Dengan bonus kami bisa membiayai sekolah anak-anak kami, kami bisa melunasi hutang-hutang kami, kami juga bisa menggunakannya untuk memperbaiki rumah, membayar kreditan rumah atau barang lainnya. Dengan keluarnya bonus setidaknya memberikan kami napas baru (selain napas senin dan kamis), memberikan kami suasana baru, menyenangkan anak dan istri.

Begitulah kami para karyawan yang hidupnya seakan dilarang untuk menjadi kaya. Walaupun begitu kami tetaplah manusia yang memiliki hak untuk memperbaiki ekonomi keluarga, menjadi serba berkecukupan tanpa harus menunduk dan menjilat.

Allahua akbar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *