avatar

Avatar, sebuah film spektakuler besutan James Cameron. Film yang membuatku menerawang jauh dan bermimpi. Bisakah kita bayangkan dunia "tanpa cacat" ini hadir di dunia kita. Sinkronisasi alam dengan penghuninya, alam yang mempunyai koneksi kejiwaan dengan manusia menjadi satu kesatuan, murni dan begitu alami.
Saya tak akan berbicara mengenai invasi manusia, tapi saya berbicara mengenai dunia Pandora yang begitu indah. Seindah tarikan napas avatar milik Jake saat pertama kali menghirup udara Pandora. Bagaimana bisa kita melakukan itu? Bagaimana udara murni memenuhi paru-paru kita jika sekitar kita penuh dengan asap orang yang merokok, udara kotor yang panas dari kendaraan buatan manusia.

Jake Sully benar tentang satu hal bahwa manusia sudah lama membunuh ibu mereka sendiri yaitu Bumi. Jake Sully juga benar bahwa kita adalah spesies paling merusak seantero jagad raya.

cameron Masih terbayang jelas film ini di pikiran saya. James Cameron berhasil membawa saya terperosok jauh kedalam dunia Pandora. Karakter 3D yang begitu detail berhasil menipu mata saya yang selama ini jeli membedakan karakter asli atau bukan pada film-film Hollywood. Semula saya mengira karakter-karakter suku asli Pandora adalah hasil riasan wajah para pakar efek rias Hollywood. Hal itu terungkap ketika diputar perdana di London, Jumat pagi WIB (11/12), di mana di antaranya menyebut film itu sebagai menakjubkan, menggemparkan, dan pengubah peta permainan efek digital di Hollywood. Dan James Cameron telah terbukti menjadi sutradara paling jenius di seluruh dunia.

Alur cerita film ini sebenarnya biasa saja. Banyak film-film Hollywod memiliki plot yang sama, namun bagi saya plot klasik yang dibawa oleh James Cameron begitu masuk tanpa hambatan ke jiwa saya, begitu sederhana dan tanpa tetek-bengek yang memusingkan. Kisah kepahlawanan, cinta, pengorbanan, dan drama yang mengalir dengan mulus dan terpetakan dengan dipadu efek dan grafis yang luar biasa.

Secara garis besar saya ingin mengatakan disini. Apakah anda sebagai makhluk bumi mampu dan sanggup berkorban apa saja untuk bisa hidup seperti di Pandora? kalau hal itu ditanyakan kepada saya, maka jawabannya adalah YA.....
james

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *