Saya heran dengan orang indonesia, sudah miskin malah membudayakan budaya miskin. Coba kita bayangkan selain resepsi pernikahan, ada juga acara mewah mirip pernikahan yang sedang ngetrend di masyarakat sekarang, yaitu acara sunatan atau khataman. Kenapa mahal?

Apakah syarat pernikahan itu? yang saya tahu syaratnya adalah adanya mempelai wanita, pria saksi dari mempelai pria, wanita dan seorang penghulu. Tak pernah saya mendengar apalagi didalam Al-Quran kita mesti merayakannya besar-besaran. Jika ingin mengabarkan/mengundang kenapa mesti mengundang ratusan atau ribuan orang, apalagi mesti makan besar. Kenapa tak mengabari /mengundang sanak saudara dan tetangga dekat saja. Saya merasa kasihan terhadap kaum muda yang ingin menikah tetapi tak memiliki cukup biaya untuk acara resepsi atau dengan kata lain UANG ASAP DAPUR.

Itu baru pernikahan, belum lagi saya mendengar adanya acara khataman dan sunatan seperti acara orang berkampanye. Astagfirullah...berapa biaya yang dikeluarkan sedangkan masih banyak orang mengais makanan dan minuman di tepi jalan hanya untuk hidup hari ini. Kenapa uang tersebut tidak ditabung atau dipergunakan untuk anak mereka masuk sekolah, atau biaya yang lebih penting lainnya.

Islam tidak pernah mengajarkan hal yang berlebihan, tetapi budaya manusia membuat islam seperti sebuah agama yang mahal dan membuat miskin masyarakat kita. Sudah saatnya kita berpikir lebih hemat dan lebih minimalis tetapi tetap di jalur islam. Jika kita bingung kenapa tak membaca Al-quran saja yang jelas tertulis aturan-aturan hidup sesuai Islam. Budaya yang islamiah itu seharusnya membuat kaya hati, sejahtera dan sesuai dengan kehidupan sepanjang jaman, bukan malah membuat boros dan miskin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.