Fatwa Larangan Merokok MUI

Tertanggal 1 Februari nanti fatwa larangan merokok dari MUI akan keluar. Pernyataan bahwa merokok itu haram aknirnya keluar juga. Fatwa ini sebenarnya sudah mendunia. Di negara tetangga sendiri fatwa ini sudah lama keluar. Sampai saat ini banyak sekali pro dan kontra dari berbagai pihak. Pro di kalangan masyarakat yang tidak merokok dan kontra di kalangan masyarakat yang merokok, pengusaha dan pelaku bisnis rokok. Sedangkan saya sendiri berada di pihak yang pro karena saya termasuk orang yang anti rokok

Terakhir saya mendengar lewat surat kabar, ada seorang ekonom di salah satu Universitas di Indonesia menganjurkan MUI untuk merevisi fatwa tersebut terkait akan banyaknya pabrik rokok yang mem-PHK karyawannya. Sekarang kita ngga usah mikir jauh-jauh, kita contoh saja Malaysia. Salah satu negara di Asia yang termasuk maju, mereka tetap memberlakukan fatwa ini, dan sampai sekarang negara itu tetap saja maju, sehat, dan berkembang. Lalu kenapa kita tidak bisa seperti itu, saya yakin para ekonom itu juga perokok berat…..

Kita sudah tahu bahayanya merokok, tetapi kita tetap saja merokok dan membela para perokok. Ini sama saja dengan sudah tahu Allah menyuruh kita menjauhi larangannya, tetapi tetap saja kita mengikuti kata setan.

Banyak saya mendengar cerita dari teman-teman saya. Ada yang acuh tak acuh merokok saat mengendong anak yang baru berusia 6 bulan, gila benar, anak seusia segitu sudah diberi asap rokok. Apakah kita sudah tak punya hati nurani. Banyak para orang tua menangis di tengah malam dan menjerit melihat anaknya menangis karena tak punya lubang dubur, cacat, dan mati. Sedangkan kita yang diberi Allah swt keturunan yang sehat jasmani dan rohani malah memberikan mereka penyakit yang akan dibawanya seumur hidup. Sungguh ironis….

Saya sendiri sudah banyak kehilangan orang yang saya sayangi karena effect dan penyakit yang dibawa oleh barang haram ini. Ibu saya meninggal karena komplikasi diabetes, darah tinggi dan jantung. Penyakit yang sama dibawa oleh rokok. Bapak saya meninggal di usia yang relatif muda karena terserang asma dan batuk yang menahun karena beliau termasuk perokok berat saat di usia muda. Teman-teman saya ada yang meninggal karena paru-parunya rusak akibat menghisap 2 – 3 bungkus rokok sehari padahal umurnya baru 34 tahun. Ada yang selamat dan menyadarinya tapi akhirnya merokok lagi.

Saya berharap fatwa ini bisa bertahan terus dan bila perlu menjadi UU di Indonesia. Saya berharap suatu hari nanti kita bisa banyak melihat lebih banyak orang melakukan olahraga pagi seperti bersepeda atau berlari. Anak-anak dapat tertawa lepas, udara yang bersih dan matahari yang bersinar cerah. Maka hidup kita akan lebih berkualitas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *