Hari ini aku malas sekali mencontreng, pengennya tiduran di rumah, sambil nonton DVD. Tapi istri maksain untuk ikut mencontreng, akhirnya manut juga. Sesampainya di gedung bulutangkis di depan gang, sudah ramai orang berkumpul untuk mencontreng. Aku berpikir, kok ramai, ngga biasanya ramai gini. Setelah mendaftar dengan no urut 293 aku menunggu bersama istriku, panas dan gerah menerpa. Keringatpun mulai bercucuran. Satu demi satu orang keluar masuk di bok pencontrengan. Lalu tiba-tiba blep...lampu padam...wahhh gawat. Masa saat pencontrengan lampu PLN padam. Benar-benar keterlaluan.

Suasanapun jadi gelap karena di dalam gedung tidak terdapat celah penerangan yang cukup. Bagaimana para orang tua yang sudah rabun ini mencontreng? setelah menunggu lama listrikpun menyala kembali dan namaku dan istriku dipanggil untuk mendapat giliran.

Surat pencontrengan ada 4 lembar. Menyusahkan dan sedikit membingungkan karena pencontrengan menggunakan pulpen bukan spidol. Kertas lebar-lebar dan ada wajah-wajah yang asing sekali. Dari ke-4 surat hanya satu yang tak kucontreng.

Aku mencontreng partai Demokrat. Kenapa? karena aku pikir bangsa ini sudah sangat terbelakang sejak adanya orde reformasi. Orde lama yang membuat kita bodoh kini semakin primitif dengan adanya orde reformasi. Partai Demokrat sedikit demi sedikit menjawab semua keterbelakangan kita. Saya pribadi tak mau terus menerus mengganti presiden kita setiap 5 tahun sekali karena saya merasa itu sama saja mereset komputer setelah lama menyala dan membuahkan sebuah desain yang agung dan indah. Kenapa kita tak memberikan kesempatan sekali lagi kepada SBY dan kawan-kawan untuk memimpin bangsa ini. Kenapa kita harus mengganti pemimpin kita dengan orang-orang yang hanya tahu menghujat satu sama lain, berkolusi, dan menjatuhkan satu sama lainnya?. Kita bangsa yang memiliki otak sama dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini....berpikirlah...sudah saatnya kita maju bukan mundur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.