Hidupku, hidupmu, hidup kita

Hidup ini terkadang indah, terkadang membingungkan. Di satu sisi kita merasa cukup, di satu sisi lainnya kita merasa ada yang kurang. Manusia memang tak sempurna, cuma mencoba menjadi sempurna. Seperti aku yang hanya seorang manusia biasa, mencoba untuk menjadi lebih manusiawi.
Sekarang aku merasa takut untuk membuka pintu bila pagi menjelang, tapi mereka aku coba rubah menjadi sebuah inspirasi, motivasi dan alasan untuk aku hidup. Mereka yang aku cintai, yang membuat aku kesal, yang membuat aku stress, yang membuat aku lebih dari aku yang dulu.

Aku terkadang termenung memikirkan egoisme. Bagaimana dia bisa selalu menyelinap menjadi kerikil kecil dalam langkahku. Bila dia menang aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya melamun dan termenung. Menyesal? tidak, hanya orang kalah yang menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Kesalahan seperti memang harus dibuat untuk melengkapi hidup ini.

Aku berusaha telah berbuat lebih untuk yang kucintai. Tapi mereka seperti hilang dari topang-topang kayu harapanku. Aku tak bisa mencapai tujuan hidup sendiri, kubutuh kalian untuk mengerti agar kita tidak terjatuh dan tidak menyesal terus-menerus.

Jika kalian tak mengerti tujuan hidup kita, aku takut akan melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku…hidup kita

1 thought on “Hidupku, hidupmu, hidup kita”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *