Pada tanggal 20 juni kemarin sekitar jam 17.02, saya mendapat telpon dari seorang perempuan yang mengaku dari Perusahaan Telekomunikasi Excelcomindo atau yang biasa disebut Pro XL. Perempuan ini mengatakan bahwa saya telah mendapatkan sejumlah uang sebesar Rp.7.500.000 karena menjadi pelanggan setia XL selama beberapa tahun. Karena berkenaan dengan ultah Pro XL maka pengumuman tersebut telah diberitakan lewat media massa RCTI yang dipandu Eko Patrio pagi hari di hari yang sama (katanya).

Seperti terhipnotis dan apalagi ditambah keuangan lagi seret dan BONUS YANG NGGA KELUAR-KELUAR, maka hipnotis itu masuk dengan sukses di bawah alam sadar saya. Dengan suara yang meyakinkan saya mengikuti saja apa yang dikatakannya.

Pertama dia menanyakan apakah saya punya rekening bank untuk melakukan transfer uang. Karena saat itu saya tak ingat no rekening saya, maka saya jawab tidak ingat. Lalu dia bertanya kembali apakah saya mempunyai Kartu ATM. dan saya jawab iya, karena memang saya selalu membawa ATM Permata dan Syariah Mandiri. Dengan menyakinkan suara perempuan itu meminta saya memberikan 16 digit no ATM Permata saya dan meminta saya untuk pergi ke ATM terdekat guna melakukan transfer uang.

Entah setan apa yang berhasil dia masukkan ke otak bodoh saya. Saya dengan segera menuju ATM terdekat. Setelah sesampainya saya di ATM tersebut, suara pemandu berganti menjadi suara pria. Dia menuntun saya merubah TIN Kartu ATM Permata saya, dan menyuruh saya merobek kecil-kecil kertas registrasi transaksi ATM (entah kenapa saya tidak melakukannya karena mungkin karena kuasa Tuhan atau "obat" hipnotisnya mulai habis). Setelah saya ganti dia menyuruh saya menutup telpon saya dan menunggu selama 5 menit. Kebetulan saat itu ada 2 orang yang mengantri, lalu saya keluar sambil menunggu 2 orang tadi melakukan transaksi di ATM tersebut. Selama 5 menit antara sadar dan tidak saya mulai curiga dan memukul kepala saya sendiri.

"Kenapa saya memberikan nomor TIN saya?"

Setelah sadar saya tertipu, suara penipu kembali menelpon, dan menanyakan apakah rekening yang saya gunakan itu rekening pribadi atau kantor, karena mereka tidak bisa melakukan transfer uang "asap" itu. Saya jawab rekening pribadi, karena memang uang di ATM tersebut sudah kosong, karena memang kupakai untuk mengambil gaji saja. Paling yang tesisa cuma Rp. 29 ribuan. Setelah dia menutup telpon. Dengan secepat kilat saya ganti semua PIN, TIN dan tetek bengek ATM saya, dan saya ulangi kembali setelah pulang dari kerja malam harinya.

Untuk lebih meyakinkan pada hari Senin pagi saya meminta bantuan pihak Bank Permata cabang Tanjungpura Pontianak untuk mengamankan kembali rekening saya. Dengan ramah dan memberikan "FREE of Charge" pergantian ATM saya, barulah saya bisa bernapas lega.

TERIMA KASIH TUHAN.....

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *