Seorang Pimpinan yang Bodoh

Tadi  malam ketika mau pulang dari kantor Graha Pena saya bertemu dengan salah seorang Manager penting di Pontianak Post Grup, saya lalu bertanya tentang komputer baru saya kepadanya, Pak Manager lalu menjawab

“Nanti ya, tapi wo, komputernya nanti jangan di install macam-macam, dan akan dimonitor dari atas”, ucapnya dengan nada agak keras

Entah salah apa atau saya terlalu pendek tongkeng, terus terang teman-teman artistik dan seperjuangan, saya cukup terkejut mendengar perkataan itu. Perkataan itu menyiratkan bahwa saya selama 8 tahun bekerja di Pontianak Post Group, selalu membuat susah dengan komputernya, karena rusak terus tak tahu makai, sering diinstalin game sehingga merusak komputer, pasang ini, pasang itu sehingga membuat susah para pejabat EDP untuk membereskan segala kerusakan yang saya timbulkan.

Terus terang lagi teman-teman terutama anda wahai Pak Bunga. Anda bisa tanya sendiri pada para dedengkot EDP seperti Mahdi atau Andi, karena dari merekalah saya banyak belajar. Selama saya bekerja dengan komputer yang saya miliki sekarang ini pernah apa tidak komputer saya mengalami kerusakan sehingga harus install ulang oleh EDP, minta tolong ini-itu sama EDP (kecuali masalah jaringan), sewaktu ingin dengar musik saya beli soundcard sendiri seharga Rp. 75.000 yang saya pasang sendiri cari driver sendiri, beli TV Tuner dan antenna sendiri (maklum redaksi Kapuas ngga punya TV). Sewaktu serangan virus ganas yang merusak semua server dan komputer, hanya komputer saya yang tidak terinfeksi. Kalau windows saya rusak saya install sendiri sampai harus ngembun segala. Semua saya kerjakan sendiri, saya tahu cara merawat komputer, walau tak sepaham Andi dan kawan-kawan EDP-nya. Saya juga tahu betapa sibuknya para EDP siang malam bekerja menanggani komputer dalam satu gedung Graha Pena ini. Setidaknya saya meringankan pekerjaan mereka.

Kita semua bekerja dengan komputer, alat canggih ini yang punya peran penting memberi makan anak istri kita, pacar kita, emak kita, bahkan perut kita sendiri. Jadi tidak mungkinlah kita dengan sengaja membuat alat kerja kita menjadi rusak.

Hasilnya tak ada masalah dalam pekerjaan saya, semua lancar-lancar saja, komputer saya terus melaju dan jarang hang. Walaupun dengan hardisk sebesar 40 Gb yang setiap penuh saya backup terus dari tahun ke tahun, tidak seperti hardisk server kapuas yang penuh terus.

Saya rasa tidaklah berlebihan jika saya meminta satu unit komputer baru yang layak dan cepat agar pekerjaan lebih lancar sekaligus menolong rekan kerja yang lain.

Bapak Manager yang terhormat kita hidup di negara yang sudah merdeka, artinya tak ada lagi penjajahan. Memonitor komputer sama saja dengan penjajahan, memonitor komputer mungkin maksudnya baik, saya hargai itu, tapi tolong diperhatikan juga privacy pengguna dan sejauh mana kemampuannya dalam menggunakan perangkat kerjanya.kita bekerja di dalam satu gedung haruslah saling menghargai, jangan memvonis dahulu sebelum melihat kenyataan kerja yang sebenarnya, saya juga minta maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan pak bunga atau rekan EDP yang lain, semoga jadi perhatian kita semua

Ada pepatah yang sangat tua mengatakan :
Perut boleh kenyang tapi ingat juga yang masih lapar, karena kita tak tahu apa itu kenyang sebelum tahu apa itu lapar. Tapi kalo udah lapar ya makan…betol…betol…betol

2 thoughts on “Seorang Pimpinan yang Bodoh”

  1. Blukuntung

    Anda memang seorang pegawai teladan, bersyukurlah mereka yang memperkerjakan anda

  2. seeseorang yang dipimpin oleh orang bodoh selamanya orang itu akan tertular oleh kebodohanya..
    kebodohan bisa menular karena sifat dan lingkungan dimana kita berada,mungkin kita sedikit mengerti tentang kebodohan tapi system yang bodoh akan merasuki sytem kepribadian kita…
    buktikanlah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *