headerTidak seperti bentuk seni lain, desain grafis bukan hanya tentang mengambil kertas dan pena lalu membiarkan ide mengalir begitu saja. Seorang desainer grafis harus membantu pemirsanya mendapatkan pesan yang ingin disampaikan terutama dalam membantu penjualan jasa atau produk di sebuah perusahaan.

1Membuat desain untuk klien dengan sedikit atau tanpa strategi saja tidak cukup. Tidak seperti seni tradisional, desain grafis harus menyampaikan pesan secara komplit dalam ruang yang sempit dan waktu yang pendek. Mengembangkan suatu sistem desain dalam proses desain grafis dapat membantu seorang desain grafis mencapai hasil terbaiknya.
Sistematisasi proyek apapun, apakah itu desain grafis, web desain, pemrograman atau sebaliknya, dapat membuat pekerjaan yang dilakukan selesai lebih cepat. Membuat proyek terorganisir akan menghasilkan desain yang lebih baik.
Berikut ini adalah enam langkah sederhana proses desain grafis, yang mungkin bisa membuka pikiran Anda:

1. Mengumpulkan Informasi yang Diperlukan

Anda mungkin tergoda untuk mengambil jalan pintas dan mulai merancang, nanti dulu. Pertama-tama kumpulkan informasi yang diperlukan terlebih dahulu. Bagi kebanyakan desainer grafis, informasi ini akan datang dari klien. Bahkan untuk proyek-proyek Anda sendiri. Hal ini sangat penting sebelum melangkah lebih lanjut.
Kebanyakan klien mungkin akan menghubungi seorang desainer grafis dalam cara seperti contoh dibawah ini:

"Aku perlu sebuah poster yang dibuat untuk produk baru saya X, (diikuti dengan deskripsi proyek). Kami akan menampilkan mereka di lokasi-lokasi A dan B, dan kami membutuhkan desainer grafis berbakat untuk membuat poster yang "menjual."

Klien kemungkinan akan pergi untuk meminta penawaran dan memberikan informasi kontak. Semuanya terlihat dari sudut pandang klien, tapi Anda, desainer grafis, benar-benar tak punya apa-apa untuk menindaklanjuti informasi ini.
Beberapa klien mungkin akan meninggalkan Anda dengan informasi lebih lanjut, dan beberapa dari mereka kurang memberikan hal tersebut. Namun, biasanya informasi tersebut bagi anda masih belum cukup. Sebelum memberikan perkiraan dan memulai proyek, pastikan informasi berikut dijelaskan:

  • Target Pemirsa

Anda mungkin bisa mendapatkan ide yang lebih baik setelah mengetahui untuk pasar atau subyek apa desain dibuat, seperti yang disampaikan oleh klien Anda:

"Kami akan menampilkan mereka di lokasi lokasi A dan B,"

2 tapi informasi ini belum lengkap, galilah lebih dalam lagi tentang target pemirsanya sehingga akan lebih membuat desain anda fokus.

Hanya karena poster-poster itu akan diletakkan di kampus-kampus, misalnya, kita tidak boleh berasumsi bahwa audiens target adalah mahasiswa pada umumnya. Apakah klien memiliki kelompok tertentu atau sub-populasi? siswa? Mahasiswa teknik? Fakultas, atau staf?
Informasi tentang siapa pemirsa poster ini harus mencakup rentang usia, lokasi geografis, kepentingan dan kebutuhan.

  • Pelajari Apa sih sebuah pesan itu?

3

Untuk iklan produk kata-kata "Belilah!" Jelas tidak akan memuaskan klien. Tanyakan klien bagaimana produk, jasa atau pesan harus disampaikan. Apakah produk membutuhkan perlakuakn kelas atas, atau yang mengandung sentuhan rasa? Setiap jenis desain grafis, logo, poster, t-shirt, dll memerlukan pesan. Dapatkan ini semua dari klien sebelum bergerak maju.

  • Persyaratan Teknis

Jika sebuah poster, apapun dimensinya, baik itu warna dan jumlah salinan jelas menjadi sesuatu yang diperlukan. Apakah klien ingin memasukkan unsur-unsur lain dalam desain? Jika itu sebuah logo, apakah memiliki warna atau merek yang sudah mapan? Apakah klien sudah punya ide untuk itu? Jika sebuah produk pakaian, bagaimana bentuknya, warnanya dan bahan dasarnya kainnya sudah terpenuhi?
Sebagai desain grafis, Anda harus memastikan dasar-dasar tertentu tersebut sebelum memulai.
4
Melupakan sesuatu yang penting bisa berarti Anda harus mengulang sebagian besar dari proyek ... dan menghasilkan uang yang lebih merugikan dari yang semula Anda pikirkan. Pastikan untuk meneliti dan mendiskusikan semua rincian ini sebelum memulai tahap desain.

  • Anggaran dan Tenggat waktu

Anda juga mesti membahas soal anggaran, tenggat waktu dan kepentingan lain secara detail yang kemudian nantinya akan Anda cantumkan dalam proposal desain Anda (dibahas di bawah). Untuk satu hal ini, akan menyingkirkan segala salah kaprah diantara klien dan anda, terutama untuk klien yang memiliki tenggat waktu yang terlalu ketat atau anggaran yang rendah.
5
Pastikan untuk berbagi dengan klien tentang harga Anda dan tenggat waktu yang masuk akal, dan menanyakan apakah mereka memiliki persyaratan lain untuk dibahas. Anda dapat menambahkan persyaratan lain atau tenggat waktu spesifik untuk proposal nanti.

  • Susun semua informasi

Susun dan catat semua informasi dari komunikasi awal dengan klien, gunakan kuesioner. Hal ini harus mencakup sebagian besar informasi penting dan detail sehingga menjaga Anda dari hal-hal yang terlupakan.
Sesuaikan kuesioner untuk proyek yang akan digarap. Intinya adalah bahwa kuesioner seharusnya dibuat untuk menyelamatkan Anda dari semua pertanyaan awal anda dengan klien. Akan lebih baik jika anda melibatkan alat komunikasi lain seperti Google Docs misalnya.
Berbagi dan mendiskusikan kuesioner dapat lebih mudah tanpa email.

2. Buat proposal, Persyaratan, Kontrak dan Rencana

Anda memiliki banyak keuntungan pada tahap ini, Anda tidak harus banyak melakukan pekerjaan jika sebagian besar itu tersusun sistematis. Semua hal ini (penawaran, proposal, kontrak dan bahkan garis besar atau rencana) dapat berasal dari template yang telah sedikit disesuaikan dengan pekerjaan. Informasi yang telah tersusun ini bisa mengurus bagian proyek dengan cepat dan tanpa harus bersusah payah.
6
Jika Anda belum memiliki susunan pekerjaan ini, Anda harus membuat dokumen-dokumen tersebut sesegera mungkin. Ini akan memakan waktu dan pekerjaan ke depan, tapi akan membuat hidup Anda dan pekerjaan Anda lebih mudah di jalankan. Jika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, Anda mungkin sudah memiliki akses ke beberapa template yang sudah ada. Bahkan seorang desainer lepas, harus mulai mencari template mereka sendiri.
Membuat template untuk semua dokumen-dokumen ini, bisa berdasarkan apa yang Anda temukan di web. Template yang ideal hanya akan meminta Anda untuk mengisi nama klien dan informasi kontak.

  • Proposal

Proposal harus disesuaikan untuk setiap klien dan proyek. Cukup mengisi nama klien tidak akan berguna disini.Sebuah proposal desain grafis harus memberi informasi ke klien tentang apa yang akan diproses, apakah itu tenggat waktu akhir atau informasi anggaran. Proposal juga harus menampilkan informasi dari kuesioner: target khalayak, tujuan, dll.
Ini adalah rencana keseluruhan proyek.Templates juga akan menghemat waktu di sini

  • Libatkan penggunaan waktu anda

Perencanaan waktu Anda akan banyak berada di proposal tetapi akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan anda.
Sebagai contoh, pada pembicaraan awal dengan klien bahwa proyek selesai 2 minggu kemudian, sudah tentu anda memasukkan waktu untuk anda sendiri dalam 2 minggu tersebut buat menemukan ide-ide, implementasi desain pembuatan dan finising akhir. Anda dapat menggunakan template yang berbeda. Template adalah di mana sistematisasi proses-proses desain yang paling cocok untuk Anda.
Pikirkan tentang tugas-tugas yang biasa Anda lakukan untuk setiap proyek, dan sistematis mereka untuk membuat mereka lebih efisien. Tuliskan langkah-demi-langkah proses desain yang terorganisir dan mudah diikuti. Anda akan menghemat waktu dan meminimalkan kemungkinan melupakan sesuatu.

3. Brainstorm, Penelitian dan Inspirasi

Banyak perancang menemukan bahwa dengan langsung bekerja setelah semua detil diterima tidak menghasilkan hasil yang terbaik. Sebaliknya, Anda mungkin ingin mengambil waktu sesaat untuk menemukan inspirasi. Disini semua penelitian, bentuk desain dan brainstorming bersaing secara bebas.
7
Tanpa proses desain grafis ini, perancang akan melakukan pekerjaan yang berulang-ulang, merevisi bagian-bagian yang sama dari desain, menjadikan pekerjaan tidak efisien. Dengan meluangkan waktu untuk mendapatkan inspirasi dan mengatur pikiran kita, Anda akan benar-benar bekerja lebih cepat dalam jangka waktu yang panjang.

  • Inspirasi

Inspirasi adalah langkah pertama dan mengarah pada brainstorming dan penelitian. Berikut adalah beberapa cara untuk mencari inspirasi:

• Membaca buku
Banyak-banyaklah melihat desain grafis lain atau seni untuk mencari inspirasi. Ini salah satu cara favorit saya untuk menemukan inspirasi, meskipun, hanya dengan membaca buku. Terfokus pada kata-kata saja membuat imajinasi Anda melakukan pekerjaan desain dengan sendirinya, dan kemudian Anda dapat mentransfer inspirasi-inspirasi kreatif itu dalam pekerjaan Anda.

• Kunjungi sebuah museum
Ini adalah pendekatan yang lebih visual, inspiratif, dan menyenangkan. Tetapi tidak harus museum seni. Saya menemukan bahwa pergi ke museum apa pun dapat membawa saya menemukan inspirasi dan membantu saya bersantai.

• Menulis
Seperti membaca buku, menulis dapat memicu imajinasi dengan cara yang benar-benar berbeda. Banyak penulis menemukan inspirasi dengan menulis. Ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan ide-ide Anda di atas kertas dan kemudian membangun di atasnya.

• Keluarlah dan berjalan-jalan
Bersantai, berjalan-jalan, keluar rumah, dan bersenang-senang. Tidak berpikir tentang pekerjaan adalah cara yang bagus untuk menemukan ide-ide spontan dan segar. Ini dapat membuka pikiran Anda dan membantu Anda menemukan hal-hal baru. Setelah Anda melepas pikiran anda keluar, Anda dapat kembali ke modus desain dan membawa ide-ide baru Anda kedalamnya.

  • Brainstorm

Brainstorming adalah proses mengambil inspirasi dan mengaturnya kedalam bentuk yang dapat dimasukkan dalam desain. Ide, gaya dan unsur-unsur yang ingin Anda sertakan dalam desain semua adalah bagian dari proses, walaupun terkadang mereka masih agak kasar.Sketsa beberapa layout, lakukan percobaan dengan skema warna dan tipografi, dan mencoba berbagai cara untuk menyajikan grafik. Sketsa adalah bagian dari fase ini, selain menguji kreativitas seseorang secara tradisional.

  • Penelitian

Lakukan beberapa riset dan bagaimana mewujudkannya. Saya senang mengumpulkan contoh-contoh elemen dari proyek-proyek lain dan melihat apa yang paling berhasil. Anda juga dapat mencari tutorial di desain efek yang dibutuhkan. Ini adalah cara yang bagus untuk mencoba sesuatu yang baru dan mendapatkan tampilan yang sempurna.
Kumpulkan sumber daya dan belajar beberapa hal baru.

4. Cobalah untuk berbeda pikiran

8

Setelah mengumpulkan sumber daya dan gaya penelitian, mungkin akan datang ide-ide baru. Cobalah beberapa hal yang berbeda, dengan tujuan awal desain sebagai titik acuan. Jangan hanya asal-asalan, menciptakan sesuatu dan berhenti di situ. Anda tidak hanya akan belajar sesuatu yang baru, Anda juga akan memiliki beberapa gagasan lain untuk ditunjukkan ke klien Anda jika mereka ingin melihat beberapa variasi.

5. Tahap Revisi

Banyak desainer tidak menghargai tahap revisi, terutama jika mereka merasa klien memiliki rasa seni yang rendah dan akhirnya merusak desain akhir Anda. Jangan khawatir. Tidak harus begitu menyakitkan.
Berbagilah dengan klien Anda, karena banyak desainer grafis suka melakukan variasi desain dan beberapa pilihan untuk desain. Pastikan klien merasa bebas untuk berbagi, merubah, berpendapat atau mencampur dan mencocokkan pilihan yang berbeda dari desain yang ada.
Akan sulit untuk memahami klien yang tidak tahu apa yang mereka tidak suka tentang desain tertentu tetapi hanya ingin "sesuatu yang berbeda."
Terus tampilkan beberapa contoh di tangan klien. Jadi, jika klien tidak suka font yang digunakan untuk logo, berikan beberapa desain logo kepada mereka. Tanya mereka untuk memilih beberapa yang mereka suka, untuk memahami gaya mereka; yang mungkin lebih mudah daripada menempatkan seseorang yang tidak memiliki latar belakang tentang desain grafis untuk menjelaskan apa yang mereka maksud.
Ini bagian dari proses desain grafis yang paling membutuhkan perhatian dan yang paling sulit. Jangan takut untuk mengajukan pertanyaan dan berkolaborasi dengan klien ketika mereka sedang bingung. Meluangkan waktu untuk menggoda pikiran mereka akan lebih cepat daripada membuat revisi.

Kesimpulan

Dalam sistematisasi proses apapun, tip-tip yang kita tawarkan akan berujung baik. Tapi Anda juga harus mengidentifikasi tugas-tugas yang Anda lakukan secara teratur dan mencari cara untuk membuat mereka lebih efisien.
Jangan biarkan proses yang telah kami jelaskan menghentikan Anda dari bertanya pada diri sendiri apa yang unik mengenai cara kerja Anda.

Dengan sistem, alat-alat yang benar, dan keseluruhan organisasi yang baik, mencari lebih banyak klien dan mendapatkan lebih banyak proyek untuk dikerjakan dengan lebih cepat akan menghasilkan hasil yang baik. Bisnis ini harus memanfaatkan peluang dan sebuah sistematisasi berlaku.

Ditulis khusus untuk webdesigner Depot oleh Kayla Knight.

2 thoughts on “Sistematisasi Proses Desain Grafis”

  1. Terima kasih banyak..ini sangat membantu..
    kadang desainer tidak mempunyai sistem dalam pengerjaan desain mereka.
    Padahal sistem itu penting..
    salam.

    zoowerkz

  2. Perkembangan karya desain tidak sehebat perkembangan program yang saat masih sulit didaptkan. kalo boleh beri info bagaimana cata mendapatkan software desain grafis 3D

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *