Tips tinggal di PMI (Pondok Mertua Indah)

Sebagai kakek dan nenek yang berbahagia Bill dan Jane Pitt, orang tua Brad Pitt memberi kado menyambut si kecil Shiloh Nouvel yang lahir 27 Mei lalu. Layaknya bayi perempuan lainnya, yang terpikir oleh Bill dan Jane adalah menghadiahkan sesuatu yang berwarna merah muda alias pink.

Namun apa reaksi sang menantu, Jolie, ketika menerima hadiah sepasang baju berwarna pink? Bintang berbibir seksi itu langsung menyimpannya rapat-rapat. Ia tak ingin putrinya memakai baju berwarna lembut tersebut.

“Jolie tahu betul bagaimana ia ingin anaknya berpakaian. Ia tidak ingin bayinya terlihat seperti boneka,” ujar seorang sumber yang dekat dengan Jolie.

Mengetahui keputusan Jolie itu, Bill dan Jane kesal setengah mati. Hubungan yang memang sudah renggang tampaknya menjadi semakin memburuk.

Ketidakcocokan antar mertua-menantu sudah sering terjadi. Tips ini di khususkan untuk pasangan yang baru menikah tetapi belum memiliki tempat tinggal. Pada dasarnya tinggal dimanapun tidak masalah, asal bisa menyesuaikan diri. Seperti falsafah orang Madura ” Daremakakecong, ini semua tanah Tuhan, mau macam-macam, kena clurit kamu?” (Astargfirrullah al azhim)

Pertama, bedakan hartamu dengan harta mertua

Hartamu disini adalah harta pribadimu dan harta yang kau berikan kepada istrimu. Tinggal serumah memang membutuhkan kepercayaan antar penghuni. Tetapi ingat, penghuni juga manusia (kecuali penghuni lain…hiiii), mereka juga jangan terlalu dipercaya. Jika ada sesuatu yang hilang dari barang-barang pribadimu, maka kamulah yang bertanggung jawab jika hartamu berbaur dan ada yang hilang, maka anda akan berada di posisi yang sulit, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena tak enak hati dan sebagainya. Otomatis istri dan anak anda yang menerima amarah kamu, kasihan kan?

Kedua, umumkan prinsip dan aturanmu

Kamu harus punya prinsip dan aturan yang keras dalam mengatur rumah tangga. Dalam satu rumah yang memiliki 2 atau lebih kepala rumah tangga, berarti memiliki aturan yang berbeda-beda. Tetapi semua peraturan dalam rumah tangga rata-rata memiliki tujuan yang baik, jadi jangan cemen dalam membuat peraturan keluarga sendiri. Bagaimana jika aturannya bentrok dengan aturan mertua? Nah, yang ini mesti kudu hati-hati. Umumkan peraturan anda ibarat mengumumkan UUD Pancasila, sebagai mertua yang juga manusia yang memiliki akhlak budaya yang lebih baik dari binatang. Mereka mau tak mau harus menghargainya dan mengerti dan menghindari hal-hal yang menyebabkan bentrokan dengan salah satu aturan kamu, begitu juga sebaliknya. ANDA HARUS LEBIH KERAS ATAU SAMA KERASNYA DENGAN MERTUA atau ANDA HARUS LEBIH LEMBUT ATAU SAMA LEMBUTNYA DENGAN MERTUA.

Ketiga, Hargai dan hormati dirimu dan mertuamu

Hormatilah mertuamu seperti kamu menghormati para orang tua pada umumnya, jangan berlebihan. Bersikaplah friendly dan sedikit acuh kepada mertua laki-laki, beri perhatian sedikit pada mertua perempuanmu. Biasanya kepada mertua laki-laki, bentrok terjadi pada masalah gaya hidup, kalau mertua perempuan biasanya ribut masalah aturan hidup. Hal ini sedikit berbeda tapi memiliki pengaruh yang tinggi. Saling menghargai disini juga bukan harus menuruti, jika baik ya diikuti, jika tak baik harus ditinggalkan. Jangan terlalu memegang erat prinsip, berpikirlah jernih karena aturan dan prinsip kita tak semua benar

Keempat, istrimu adalah alat komunikasi yang baik

Istri anda adalah penghubung yang baik antara anda dan mertua anda. Jangan terlalu memihak dan menekan istri anda, jika anda lakukan itu maka istri anda akan mengalami stress dan tentunya anda juga bisa di cap sebagai suami yang tidak baik pula. Informasiikan apa yang anda suka dan anda tidak suka kepada istri anda, maka otomatis istri anda akan menyampaikannya kepada orang tuanya, hal ini dapat membantu anda dalam penyampaian Undang-Undang Keluarga anda

Kelima, berbagilah

Dalam satu rumah tentu biasanya ada yang namanya listrik, telpon atau PAM. Jika anda mampu bayarlah dengan uang anda sendiri segala tagihan di rumah, hal ini akan membawa derajat anda ke tingkat yang lebih baik, tetapi jangan terlalu tinggi. Berbagilah jika anda tak mampu membayar semua tagihan dengan mertua anda, karena mertua anda pasti bekerja juga dan memiliki penghasilan. Lalu bagaimana jika tidak memiliki penghasilan? hanya satu yang bisa anda lakukan jika itu terjadi. GET OUT OF THERE, keluarlah dari rumah mertua anda secepatnya dan carilah kontrakan jika perlu. Karena itu akan menghabiskan resource penghasilan anda. Tapi bukan berarti anda tidak perduli, berbagi tetap perlu walaupun anda sudah tak tinggal bersama mertua lagi. Karena Mertua anda adalah bagian dari keluarga anda.

Intinya adalah walaupun kita tinggal serumah kita tak perlu menuruti segala kepentingan orang sekitar kita. Utamakan pada keluarga anda sendiri, terlalu banyak kepentingan luar selalu membuat kita stress dan mengalami gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Maka BE A TOUGH GUY, PROTECT YOUR FAMILY AND BE HAPPY

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *